
Sangihe, BeritaManado.com — Antisipasi adanya longsor dan banjir di titik-titik rawan bencana. Kodim 1301/Sangihe melalui jajarannya Koramil 1301/07 Tabut bersama Polsek Tabut, Pemerintah Desa, masyarakat desa, siswa-siswi SMAN 1 Tabut dan SD Inpres Pusunge menggalakan Program Penanaman Sejuta Pohon, dengan melaksanakan penanaman pohon di titik longsor Desa Pusunge, Kecamatan Tabukan Utara (Tabu)
Kamis, (7/4/2022)
Wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe struktur tanahnya berbukit dan terjal, sering terjadi bencana tanah longsor dan sangat rawan juga terhadap banjir bandang, terlebih saat memasuki musim penghujan.
Mengantisipasi terjadinya bencana longsor dan banjir susulan, Kodim 1301/Sangihe menggandeng seluruh instansi dan masyarakat untuk menggalakan reboisasi penanaman pohon di sejumlah titik rawan banjir dan longsor di wilayah jajaranya.
Mewakili Dandim 1301/Sangihe, Pasiter Kodim 1301/Sangihe Kapten Chb Celcius T Wangka mengatakan, semoga dengan adanya program penanaman sejuta pohon ini dapat memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat untuk mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan, kalau bukan kita siapa lagi yang menjaganya karena dampak akibatnya kita juga yang merasakan
“Patut kita sadari bersama, saat ini banyak pohon-pohon besar yang fungsinya sebagai penahan longsor kita tebang dan tidak di tanami kembali, sehingga berakibat banjir dan tanah longsor yang menimbulkan kerugian kita juga,” ujar Wangka
Maka dari itu lanjut Wangka, pihakbya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama menjaga keseimbangan alam, dengan menanami kembali hutan maupun pohon yang kita tebang agar tidak menjadi lahan kritis dan tandu.
“Untuk mewujudkannya, tentu sangat di butuhkan aksi dan kesadaran kita bersama, TNI selalu mendukung dan mengajak masyarakat agar peka terhadap lingkungan sekitar. Mari kita jaga alam kita dari kerusakan, agar generasi penerus kita masih dapat menikmatinya juga,” pungkasnya.
(Erick Sahabat)
