Kota Bitung

Bitung Hanya Berjarak 165 KM Dari Pusat Gempa

BITUNG—Kota Bitung dianggap salah satu wilayah yang paling rentan dengan bencana gempa bumi dan stunami. Pasalnya menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasion Meteorologi Maritim Kota Bitung, jarak pusat gempa hanya berjarak 165 kilo meter (KM) dari wilayah Kota Bitung.

Hal ini terungkap dalam saresehatan cuaca dan gempa yang digelar BMKG Kota Bitung, Rabu (5/10) yang dihadiri sejumlah camat dan lurah, serta utusan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung. Dimana dalam saresehan tersebut menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bitung, Abdul S Lentang, pihak BMKG memaparkan masalah penyelarasan cara pandang, sikap dan pengambilan keputusan terhadap perubahan cuaca ekstrim, pemanasan global dan gempa bumi/tsunami.

“Yang menarik dalam saresehan tersebut adalah fakta yang dipaparkan BMKG tentang posisi Kota Bitung yang hanya berjarak 165 KM dari pusat gempa atau patahan lempengan yang berada di Pulau Batang Dua,” kata Lentang.

Tak hanya masalah jarak, namun menurut Lentang, pihak BMKG memaparkan, setiap terjadi gempa yang berpotensi tsunami, hanya dalam hitungaan menit akan menyapu wilayah pesisir Kota Bitung. Karena kecepatan tsunami diperkirakan 100 KM/jam setelah terjadi gempa akan menerjang Kota Bitung.

“Jadi dapatlah dibayangkan jika terjadi gempa di Pulau Batang Dua yang disertai dengan stsunami, tentu akan banyak sekali korban jiwa jika kita tidak tanggap karena jarak dan kecepatan air laut begitu dekat dan hanya dalam hitungan menit sudah menyapu Kota Bitung,” katanya.

Untuk itu pihak Lentang kedepannya bakal lebih menggiatkan sosialisasi bencana ditiap kecamatan dan kelurahan, dengan harapan masyarakat bisa tanggap ketika terjadi bencana. Juga pihaknya akan membuat peta rawan bencana, titik-titik evakuasi dan rambu-rambu evakuasi.

“Ketiga hal tersebut sudah harus direalisasikan dalam waktu dekat ini dan kami harap pimpinan bisa tanggap karena ini berhubungan dengan masalah bencana yang jelas bisa saja terjadi setiap saat,” ujar Lentang.

Selain ancaman bencana gempa dan tsunami, menurut Lentang, BMKG juga menilai wilayah Kot Bitung rentan dengan bencana angin puting beliung yang terjadi pada siang dan sore hari. Juga ancaman banjir atau lonsong pasir yang dianggap mengintai            warga Kota Bitung setiap saat.(en)

Tag: BMKG
BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara