Berita Utama

Bencana Siau: Pemerintah Turun Langsung, Warga Tak Sendirian

Bencana Siau: Pemerintah Turun Langsung, Warga Tak Sendirian
Gubernur Yulius Selvanus bersama Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan jajaran Forkopimda Sulut bertolak menuju Pulau Siau menggunakan maskapai Susi Air.

Manado, BeritaManado.com – Langit sore di Bandara Sam Ratulangi tampak mendung ketika Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus melangkah cepat menuju pesawat kecil yang akan membawanya ke Pulau Siau.

Di benaknya, bukan sekadar agenda pemerintahan, melainkan wajah-wajah warga yang masih bertahan di tengah duka akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Selasa (6/1/2026) sore itu, Gubernur Yulius Selvanus bersama Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan jajaran Forkopimda Sulut bertolak menuju Pulau Siau menggunakan maskapai Susi Air.

Perjalanan ini menjadi wujud kepedulian langsung pemerintah daerah untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat yang terdampak bencana sehari sebelumnya.

Setibanya di Bandara Taman Bung Karno, suasana haru menyelimuti. Sejumlah warga masih bertahan di pengungsian, sebagian lainnya menunggu kabar anggota keluarga yang belum ditemukan. Berdasarkan data sementara, 14 orang dilaporkan menjadi korban, sementara 4 lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Gubernur Yulius dengan nada penuh empati.

Ia memastikan bantuan logistik, obat-obatan, hingga tambahan personel telah disalurkan. Alat berat pun disiagakan untuk membersihkan puing-puing agar aktivitas warga perlahan bisa kembali berjalan.

Di tengah reruntuhan dan akses jalan yang tertutup material longsor, aparat kepolisian turut hadir mendampingi warga. Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menegaskan bahwa ratusan personel Polri telah diterjunkan, mulai dari Brimob, Sabhara, hingga tim medis Dokkes Polda Sulut.

“Kami ingin masyarakat merasa aman. Kami jaga rumah-rumah yang ditinggalkan, kami bantu pencarian korban, dan kami siapkan dapur umum serta posko kesehatan untuk mereka yang mengungsi,” kata Kapolda.

Di dapur umum, aroma nasi hangat dan lauk sederhana menjadi penguat semangat para pengungsi. Sementara di posko kesehatan, tenaga medis dengan sabar memeriksa warga, terutama anak-anak dan lansia yang kelelahan.

Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan para relawan masih berjibaku di lapangan, berpacu dengan waktu dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Meski begitu, harapan tetap menyala di Pulau Siau—harapan bahwa para korban yang hilang segera ditemukan dan kehidupan warga perlahan dapat pulih kembali.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan dan mengikuti arahan petugas, sembari bersama-sama saling menguatkan di tengah cobaan ini.

Deidy

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara