
Tondano, BeritaManado.com — Selasa – Jumat (25-28/2/2020) lalu di Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan seharusnya menjadi kesempatan bagi Meifa Waroka dan anak didiknya melalui Program Posyandu Remaja di Puskesmas Koya Tondano untuk meningkatkan pengetahuan.
Namun entah kenapa, menjelang waktu keberangkatan tiba-tiba diperoleh informasi bahwa pihaknya batal berangkat karena sudah digantikan peserta lain oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, sementara Program yang ada di Posyandu Remaja yang dijalankan Meifa Waroka adalah satu-satunya di Minahasa bahkan Sulawesi Utara.
Dalam undangan yang dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulut beberapa waktu lalu dimandatkan untuk menunjuk 1 kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan perincian peserta 1 orang penanggung jawab program kesehatan remaja (Dinkes Kabupaten/Kota atau Puskesmas) dan 3 orang konselor sebaya sesuai kriteria terlampir.
Di Jakarta, sedianya 4 orang dari Posyandu Remaja Puskesmas Koya Tondano akan menerima bekal materi antara lain Bina Suasana dan Komitmen Peserta, Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat, Pengenalan Karakter Kebangsaan, Youth University (Remaja Sehat, Remaja Tangguh dan Konselor Idola), Bincang Santuy, Studi Kasus Greget, Pasar Ide, Penyusunan RKTL Wilayah, Office Tour, Edugames 8 Pos, Malam Penganugerahan dan Keakkraban, Hiburan, Pengumuman Pemenang Video Pendek Terbaik, Pengumuman Pemenang Edugames dan Penghargaan Konselor Teridola.
“Dengan dibatalkannya keberangkatan peserta yang sudah dipersiapkan dari Posyandu Remaja Puskesmas Koya Tondano tentu menyebabkan kekecewaan dari anak-anak yang juga sudah mempersiapkan diri untuk memberikan yang terbaik dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI tersebut. Sampai ada orangtua bertanya kepada saya kenapa anaknya tidak jadi berangkat. Hal seperti ini juga sudah pernah dialami tahun 2019 lalu,” jelas Meifa Waroka yang juga merupakan seorang bidan di Puskesmas Koya kepada BeritaManado.com, Jumat (28/2/2020) lalu.
Ditambahkannya, jika saja hal tersebut dikoordinasikan jauh hari, bisa saja peserta yang akan berangkan bisa diberikan pembekalan agar tidak tampil memalukan dan memberi kesan tidak baik terhadap progam Posyandu Remaja Puskesmas Koya yang selama ini sudha dikenal punya citra positif di seluruh Indonesia.
Terkait hal tersebut juga, Kepala Puskesmas Koya Tondano sedikit memberikan komentar bahwa jika melihat apa yang terjadi sebenarnya itu hanya masalah komunikasi dan koordinasi, apalagi hal serupa sudah pernah terjadi di tahun 2019 lalu, meski pihak yang membatalkan punya argumentasi tersendiri.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr. Debie Kalalo MSc PH belum memberikan klarifikasi, akan tetapi Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi dr. Arista Wowor mengatakan tidak ada pembatalan.
(Frangki Wullur)
