
Manado, BeritaManado.com – Dalam merespon terhadap tuduhan yang mencemarkan nama baik salah satu tokoh Sulawesi Utara, Benny Rhamdani, Barikade 98 memberikan dukungan penuh untuk melawan fitnah tersebut.
Anis Supit, ketua Barikade 98 Sulut, dengan tegas menegaskan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada Benny Rhamdani sebagai anak PKI dan pendukung intoleran adalah hoaks serta fitnah terbesar.
“Karena Benny Rhamdani ini adalah anak pejuang, anak TNI, bahkan lahir dari keluarga besar Nahdlatul Ulama,” terang Anis.
Menurut Anis, Benny Rhamdani adalah seorang pejuang yang telah membuktikan dedikasi dan loyalitasnya terhadap masyarakat Sulawesi Utara.
“Beliau penah menjabat sebagai ketua PMI cabang Manado dua periode, pernah menjadi ketua pemuda Ansor Sulut dua periode, bahkan pernah dipercaya oleh masyarakat Sulawesi Utara menjadi anggota DPRD Provinsi tiga periode,” jelas Anis.
Ini merupakan kepercayaan rakyat Sulut yang tidak pernah dikianati sepanjang hidupnya sampai dengan saat ini.
Bukan itu saja, pernah menjadi anggota DPD RI satu, dan juga anggota Dewan Perwakilan Daerah selama satu periode.
Sekali lagi, ini kepercayaan rakyat Sulut sehingga beliau berada di Senayan.
Sampai hari ini pun beliau masih menjabat sebagai kepala BP2MI RI.
Dengan alasan inilah Supit menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan yang disamapaikan oleh kelompok premodial, sektarian, intoleran terhadap Benny Ramdhani adalah Hoax dan kebohongan terbesar.
“Ini saya tegaskan sebagai ketua Barikade 98 Sulut,” katanya.
Barikade 98 juga menyatakan bahwa mereka telah mengambil langkah hukum untuk melindungi nama baik Benny Rhamdani dari fitnah yang tersebar luas.
“Kami telah memiliki pengacara dan akan membawah proses hukum di pengadilan, jadi jangan main-main” tegasnya.
Ditambahkan oleh Rusli Umar aktivis Sulut mengecam beredarnya video hoax yang menyeret nama tokoh nasional asal Sulut.
“Apa yang ditudihkan kepada beliau adalah hal yang tidak benar dan dikatakan perbuatan keji,” katanya.
Bahkan ia menegaskan solidaritas dan dukungan terhadap Benny Rhamdani harus tetap kuat untuk melawan upaya-upaya yang bertujuan untuk merusak integritasnya.
(Jhonli Kaletuang)
