
RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 dan RUPS Luar Biasa PT Bank SulutGo
Manado, BeritaManado.com – Setelah berjalan alot kurang lebih selama 13 jam, akhirnya disepakati hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 dan RUPS Luar Biasa PT Bank SulutGo, yang digelar di Grand Kawanua Convention Central (GKCC), di Kayuwatu, Manado, Senin (11/3/2019).
Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH sebagai juru bicara perwakilan para pemegang saham, menyampaikan beberapa poin.
Pertama terkait 5 persen dana tantiem yang akan diterima jajaran direksi dan dewan komisaris mengalami penurunan menjadi 3,5 persen.
1,5 persen lainnya diberikan untuk jasa produksi atau kepada pegawai Bank SulutGo.

Gubernur Sulut Olly DOndokambey
Masalah Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Bolmong ikut dibahas.
Menurut Sumendap, RKUD akan melihat dari hasil evaluasi jajaran direksi dan dewan komisaris dalam tiga bulan tahun ini.
“Kinerja jajaran direksi dan dewan komisaris akan dievaluasi pada RUPS berikutnya, yaitu minggu keempat bulan April. Keputusannya apakah mereka akan diganti atau tidak, itu akan disepakati para pemegang saham,” ungkap James Sumendap.
Sumendap melanjutkan, Bank SulutGo masih cukup profit.
“Semuanya akan diputuskan pada RUPS minggu keempat bulan April mendatang,” tambah Sumendap.
RUPS Tahunan Tahun Buku 2018 dan RUPS Luar Biasa PT Bank SulutGo resmi dibuka Gubernur Olly Dondokambey selaku pemegang saham mayoritas, pemegang saham PT Mega Corpora, Pemprov Gorontalo, serta para pemegang saham dari kabupaten kota.
Ikut hadir Wakil Gubernur Steven OE Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen.
Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Julius Jems Tuuk, RUPS wajib mempertahankan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Sulutgo.
“Bukan tanpa alasan, Dewan Komisaris dan Dewan Direksi profesional memimpin Bank Sulutgo selama ini,” ujar legislator terbaik periode 2014-2019 peraih Forward Award ini kepada BeritaManado.com, Jumat (8/3/2019).
Bukti pencapaian keberhasilan, lanjut Jems Tuuk, terlihat dari Laba setelah pajak 3 tahun yakni, 2016: Rp.173 Miliar (Komut dan Dirut mengendalikan BSG mulai September 2016), 2017: Rp.289 Miliar dan 2018: Rp.232,5 Miliar (sd September 2018).
Demikian juga dana pihak ke 3, terus bertumbuh yakni 2016: Rp.11,2 Triliun, 2017: Rp.14,075 Triliun dan 2018: Rp.14,2 Triliun.
“Terus tumbuhnya profit dan dana pihak ke 3 yang signifikan menunjukan kinerja PT. BSG sangat baik bahkan melampaui target dari stakeholder,” jelas Jems Tuuk.
Jems Tuuk berkesimpulan, tidak ada alasan mengganti managemen Bank Sulutgo. Pemegang saham mayoritas harus mempertahankan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. Tidak boleh tunduk pada tekanan pemegang saham minoritas.
“Bank Sulutgo adalah lembaga profit bukan lembaga politik, sehingga orang-orang yang bekerja haruslah para profesional pada bidangnya,” tutur Jems Tuuk.
