Bisnis dan Ekonomi

Bank Indonesia Perkuat Daya Saing UMKM dan Petani Lewat Program Wanua Patua Prima

Bank Indonesia Perkuat Daya Saing UMKM dan Petani Lewat Program Wanua Patua Prima
Pembukaan kurasi Wanua Patua Bank Indonesia

Manado, BeritaManado.com — Di awal tahun 2025, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara kembali melaksanakan Program dan Kurasi Produk Peserta WANUA PATUA tahun 2025.

Sebagai informasi, program ini telah diluncurkan sejak tahun 2020, di mana sebelumnya dikenal sebagai Wirausaha Unggulan Bank Indonesia dan Petani Unggulan Bank Indonesia (WUBI dan PUBI).

Memasuki tahun ke-6, program ini telah menjadi wadah pemberdayaan wirausaha dan petani unggulan Sulawesi Utara untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan daya saing mereka.

Pembukaan Program dan Kurasi Produk peserta
Wanua Patua tahun 2025 dilaksanakan di Hotel Luwansa Manado pada Kamis (6/2/2025).

Hadir sekaligus turut membuka kegiatan ini yaitu Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulawesi Utara sekaligus sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang.

Selain itu, para kurator yang dihadirkan Bank Indonesia, yakni:
1. Chef sekaligus Presiden Islamic Chef & Culinary of Indonesia – Adie Miartadi
2. Direktur IDAS Pelatih Indonesia – Desrida Tokenta Sitepu dan Toto Budiharto

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Renold Asri mengatakan,  memasuki tahun ke-6 Wanua Patua telah menjadi bagian dari strategi utama Bank Indonesia dalam memperkuat sektor UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini program Wanua Patua kami lakukan beberapa penyempurnaan yang menitik beratkan pada tiga aspek penguatan yaitu aspek produk, inklusivitas dan kolaborasi,” ujar Renold.

Untuk itu, lanjut Renold, pada tahun ini, program pengembangan UMKM maupun petani dikemas BI menjadi program Wanua Patua Prima yang bermakna Program Inovasi Mitra Unggulan Sulawesi Utara.

Renold mengungkapkan, tahun ini, antusiasme dari pelaku usaha dan petani Sulawesi Utara terhadap program ini sangat baik.

Sejak dilaksanakan open reqrutiment dengan meningkatkan standar kualitas dalam persyaratan rekrutmen, yang berlangsung sejak tanggal 10 Desember 2024 hingga 17 Januari 2025, terdapat total pendaftar mencapai 187 orang (128 Wanua dan 60 Patua).

Kemudian setelah dilakukan seleksi administrasi yang cukup ketat, terpilih total 133 peserta yang akan mengikuti kegiatan kurasi kali ini yang terdiri dari 47 peserta calon Wanua 2025, 26 peserta calon Patua 2025.

Selain itu ada 60 peserta alumni Wanua eksisting yang mendaftarkan diri untuk mengikuti proses kurasi demi meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka. 

Kegiatan kurasi yang akan dimulai sejak hari ini, tgl 6 Februari hingga 7 Februari 2025 esok hari akan terdiri dari 2 bagian besar yaitu kurasi aspek people maupun kurasi aspek produk.

Kurasi aspek people akan menitikberatkan pada kapasitas, komitmen, dan kesiapan peserta dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan, sementara kurasi aspek produk akan berfokus pada kualitas, inovasi, dan potensi pasar dari produk yang dihasilkan.

Renold menyampaikan, melalui Wanua Patua Prima ini, BI berharap dapat terus memperkuat pengembangan ekosistem UMKM di Sulawesi Utara.

Dukungan dari pemerintah Provinsi dan berbagai pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan program ini dalam memberi dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar ke masyarakat Provinsi Sulawesi Utara.

“Melalui program ini, kami berharap akan lahir local champions  yang bisa menjadi inspirasi dan role model bagi pelaku usaha lainnya di Sulawesi Utara dan pada gilirannya apabila ini dilanjutkan akan berkontribusi secara nyata dalam menggerakkan perekonomian daerah,” pungkas Renold.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara