
Manado, BeritaManado.com – Dalam Rapat Koordinasi TPIP–TPID se-Sulampua 2025, pemerintah bersama Bank Indonesia merumuskan tiga langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan di wilayah timur Indonesia.
Pertama, fokus jangka pendek diarahkan pada penurunan inflasi pangan bergejolak di bawah 5% hingga akhir tahun 2025.
Langkah ini dilakukan melalui pelaksanaan pasar murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan prinsip Tiga Tepat — tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran.
Kedua, penguatan pasokan pangan hortikultura dan perikanan tangkap dilakukan melalui penerapan contract farming, smart farming, serta pengoperasian cold storage dan ice flake machine di pelabuhan strategis.
Langkah ini bertujuan menjaga kualitas dan ketersediaan produk pangan segar di pasar.
Ketiga, penguatan logistik dan dukungan pembiayaan menjadi bagian penting dalam strategi jangka menengah.
Pemerintah mendorong penambahan rute tol laut dan jembatan udara, pemberian subsidi ongkos angkut, serta sinergi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan BUMN logistik seperti PELNI.
Selain itu, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Alsintan akan dioptimalkan untuk revitalisasi Rice Milling Unit (RMU) dan modernisasi armada nelayan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan, menjaga stabilitas harga, serta menekan disparitas antarwilayah.
Dengan strategi yang terarah, Sulampua diharapkan menjadi kawasan percontohan dalam pengendalian inflasi pangan nasional.
(***/srisurya)
