Sangihe

Banjir Bandang Landa Siau Kepulauan Sitaro, Kodam XIII/Merdeka Kerahkan Pasukan

Banjir Bandang Landa Siau Kepulauan Sitaro, Kodam XIII/Merdeka Kerahkan Pasukan
Prajurit TNI di tengah kumpulan warga yang terdampak bencana di Siau

Sitaro, BeritaManado.com — Bencana alam banjir bandang melanda wilayah Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 02.45 dini hari.

Banjir bandang dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Siau sejak pukul 02.00 Wita secara terus-menerus.

Curah hujan tinggi menyebabkan luapan air bercampur material tanah, batu, dan kayu dari daerah perbukitan mengalir deras menuju permukiman warga.

ADVERTISEMENT

Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak cukup parah akibat banjir bandang tersebut.

Lokasi terdampak meliputi Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.

Selain itu, Kampung Laghaeng dan Kampung Batusenggo di Kecamatan Siau Barat Selatan juga mengalami kerusakan.

Wilayah lain yang terdampak adalah Kampung Peling dan Kampung Bumbiha di Kecamatan Siau Barat.

Kelurahan Paseng, Kecamatan Siau Barat, turut dilaporkan mengalami dampak banjir bandang.

Bencana ini mengakibatkan korban jiwa, korban luka, serta kerusakan parah pada rumah warga dan fasilitas umum.

Berdasarkan data sementara yang diterima Kodam XIII/Merdeka, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang.

Sebanyak 25 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Sementara beberapa orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan warga terpaksa mengungsi.

Sebanyak 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa mengungsi ke lokasi-lokasi aman yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Kerugian material akibat banjir bandang ini tergolong signifikan.

Tercatat sebanyak 64 unit rumah warga mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan.

Sebanyak 21 unit rumah lainnya dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir bandang.

Di beberapa titik, akses jalan utama tertutup material tanah, batu, dan kayu.

Kondisi tersebut menyebabkan jalan belum dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kodam XIII/Merdeka bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Melalui Dandim 1301/Sangihe, Kodam XIII/Merdeka memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lokasi terdampak.

Personel TNI dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban banjir bandang.

Penanganan darurat dilakukan bersama unsur Polri dan pemerintah daerah setempat.

Sebagai bentuk respons cepat, Kodam XIII/Merdeka juga menyiapkan dukungan dua peleton personel TNI.

Personel tersebut terdiri dari unsur satuan tempur, bantuan tempur, balak, serta personel Bekangdam.

Dukungan logistik turut disiapkan, meliputi kendaraan truk, perlengkapan lapangan, tenda, pailbad, dan aldurlap.

Seluruh perlengkapan tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan para pengungsi di lokasi terdampak.

Rencana pergeseran personel akan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemerintah Daerah Kepulauan Sitaro.

Keberangkatan direncanakan melalui Dermaga PSDP Bitung.

Pergeseran pasukan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca serta faktor keselamatan.

Kodam XIII/Merdeka memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait dalam penanganan bencana banjir bandang di wilayah Siau.

(***/srisurya)