
Manado – Bangsa ini sudah kehilangan fondasi yakni pancasila. Tindakan intoleran menunjukan mental para kaum yang menamakan diri mereka kelompok beragama. Tuhan seakan tak digubris, kebebasan yang berukunh kebablasan. Negeri yang berasas keTuhanan kini mulai redup, adakah Tuhan di negeri ber-Tuhan? Tuhan tak pernah mati dan tertidur. Resistensi terhadap umat Kristen sudah pada titik nadir. Kelompok sang pemuja Tuhan, membuat gaduh dan onar.
Demikian testimoni Dr Jerry Massie Ph.D, aktivis sekaligus akademisi terkait berbagai kasus intoleransi termasuk pembubaran Ibadah dan KKR Natal di Kota Bandung oleh kelompok Ormas tertentu mengatasnamakan agama, pekan lalu.
“Dalam berbagai peristiwa, semua mengklaim merekalah yang paling benar. Peristiwa yang menyayat hati di Bandung menunjukan sikap menghormati antar pemeluk agama kian pupus. Ibadah natal yang seyogianya khusuk malahan berubah menjadi petaka dengan menghentikan secara paksa. Sudah saatnya pemerintah tegas terhadap kaum intoleran yang merusak citra keberagaman bangsa ini. Kristen notabene kelompok marjinal seakan hilang pijakan di bumi tempat umatnya berpijak,” jelas Jerry Massie.
Bagaimanakah hati sang Pencipta melihat ciptaannya melakukan tindakan brutal. Hukum tabur tuai itu tetap berlaku. Inilah hukum rimba yang terjadi justru di negara hukum. Seakan tak ada kebebasan dan keadilan. Menurut kacamata saya ini adalah sebuah intimidasi, pembrendelan agama bahkan sudah pada penistaan keyakinan.
Ini adalah sebuah pelecehan, apalagi Gubernur Jabar Aher menyebut ini perkara kecil. Sungguh pemimpin sontoloyo yang tidak menunjukan sikap kenegarawanan. Akankah kebencian atas nama agama terus berlanjut? Presiden sudah sepantasnya cepat turun tangan.
Ada istilah, saat ini perilaku manusia lebih bejat dari hewan. Sebuas-buasnya singa tapi dia masih punya kasih, ketimbang dengan manusia. Kejadian di Bandung memberikan kesan dimana bobroknya nilai-nilai kerukunan antar umat beragama.
“Pemerintah jangan hanya diam tanpa ada reaksi. Penjegalan dan penghentian saat ibadah sudah banyak kali terjadi, untuk itu, para pelaku harus dihukum sesuai dengan UU yang berlaku.Jangan lagi kejadian ini terulang lagi, damailah negeriku,” pungkas Jerry Massie. (***/JerryPalohoon)
