Kota Bitung

Bahas Perikanan Bitung di Istana Presiden, Maurits Mantiri Disebut “Gila”

Bahas Perikanan Bitung di Istana Presiden, Maurits Mantiri Disebut "Gila"
Maurits saat hadir di rapat pembahasan perikanan Kota Bitung

Bitung, BeritaManado.com – Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri disebut “gila” ketika membahas upaya membangkitkan kembali industri perikanan, Kamis (29/04/2021).

Sebutan gila itu disampaikan Deputi I Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi, Febri Calvin Tetelepta saat menggelar rapat Kantor Staf Presiden membahas sektor perikanan Kota Bitung.

Rapat dihadiri Kementerian Perikanan, PSDKP, sejumlah kementerian, Polda Sulut, Kepala Dinas Perikanan, Assisten 3 Provinsi Sulut, Asdatun Kejaksaan Tinggi Sulut, Wali Kota Bitung, Ketua DPRD Kota Bitung, Kepala Kejaksaan Negeri Bitung dan Kapolres Bitung.

Rapat itu digelar sebagai tindak lanjut dari rapat terbatas yang digelar tanggal 19 April 2021 di Riverside Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari.

Dalam rapat yang dipimpin Febri, dengan tegas menyampaikan kepada pemangku kepentingan terkait tersumbatnya investasi perikanan di Kota Bitung.

“Kita harus serius dengan persoalan ini, mumpung Wali Kotanya orang gila dalam bekerja dan terus memperjuangkan perikanan di Kota Bitung,” kata Febri.

Tidak hanya itu, Febri beberapa kali mengingatkan peserta rapat yang dianggap tidak fokus dengan apa yang sementara dibahas.

“Saya bisa melaporkan hal ini kepada atasan akibat lemahnya pendampingan pemerintah terhadap harkat hidup orang banyak,” tegasnya.

Febri dalam penjelasannya meminta kepada semua pemangku kebijakan perikanan baik di tingkat kementerian sampai kota agar fokus untuk membahas dan menyelesaikan persoalan perikan di Kota Bitung.

“Mohon bantuan kita semua untuk mengembalikan kejayaan perikanan Kota Bitung yang sesuai dengan aturan dan silahkan berkomunikasi dengan Wali Kota Bitung,” katanya.

Bahkan, dirinya mengintruksikan ada pertemuan guna membahas persoalan batas dan kerja sama antara pemerintah Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Sulawesi Utara (Sulut).

Ia meminta agar ada MoU antara pemerintahan daerah ini harus dilakukan agar peningkatan perikanan maju terus.

Untuk itu, staf Presiden ini meminta Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sulut agar hadir dalam pertemuan tingkat kepala dinas se-Indonesia Timur tanggal 24 Mei mendatang.

“Pertemuan itu akan kita fokuskan membahas perikanan. Dan saya minta MoOnya langsung dilakukan hari itu juga agar kran pembatasan bisa makin bagus,” katanya.

Dan jika persoalan itu lambat dicarikan jalan keluarnya, maka pemerintah pusat akan dituding sebagai biang dari keterlambatan.

“’Pemerintah pusat dalam berprogram jelas tanggal pelaksanaannya sampai dengan imbas kepada masyarakat, jangan sampai pembangunan dilakukan tampa ada imbas perekonomian kepada masyarakat,” katanya.

Wali Kota sendiri meminta pemerintah pusat membuka kran sebesar-sebesarnya untuk invetasi perikanan di Kota Bitung.

Menurutnya, Kota Bitung enam dan tujuh tahun lalu berjaya dengan perikanan, namun jangan anggap kehabisan ikan itu karena nelayan terlalu banyak mengambil ikan atau over fishing.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara