Mitra

Bahas Masalah Keamanan, Pemkab Mitra Rakor dengan Muspida

Ratahan – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH didampingi Wakil Bupati Ronald Kandoli, Senin (21/10) bertempat di ruang rapat bupati menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).

Rakor ini dihadiri langsung Kapolres Minsel-Mitra, AKBP Iis Krtistian SIK, Dandim 1302 Minahasa Theo Kawatu, pimpinan dan anggota DPRD Mitra, Sekda Ir Adrianus Tinungki bersama jajaran.

Bupati pada kesempatan itu membicarakan terkait masalah keamanan termasuk konflik antar dua kelompok warga di Desa Basaan yang hingga saat ini masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

“Jadi perlu saya ditegaskan, persoalan yang terjadi di Desa Basaan itu murni tindakan kriminal yang dimulai dari empat orang, kemudian melebar menjadi perkelahian antar jaga. Kenapa hal ini melebar, itu karena dimanfaatkan pihak-pihak yang sengaja akan mengacaukan kerukunan di daerah ini,” papar Sumendap.

Kepada pihak DPRD Mitra, bupati juga meminta untuk bisa turun ke lokasi sehingga dapat mengetahui secara jelas duduk persoalannya. “Ini penting dilakukan, karena dengan kita terus memberikan perhatian, secara otomatis akan membuat masyarakat merasa nyaman, aman dan damai,” katanya.

JS sapaan akrab bupati Mitra ini menegaskan jika saat ini keadaan di Desa Basaan sudah kembali normal. Ini tentu tak lepas dari peran pihak TNI-Polri termasuk didalamnya pemerintah dan masyarakat Mitra. “Situasi sudah mulai kondusif, masyarakat pun sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa,” tukasnya. (Rulan Sandag)

Satu tanggapan untuk “Bahas Masalah Keamanan, Pemkab Mitra Rakor dengan Muspida”

  1. Hallo tabea Kawanua,
    Goncangan yang terjadi di Kampung Basaan Kabupaten Minahasa Tenggara jangan kita Tou Minahasa anggap remeh, saya kira para pengacau coba untuk masuk dan kembangkan sesuai dengan skenario mereka bila ada kesempatan terbuka, karena sudah beberapa tempat di Minahasa mereka coba humbuskan kekacauan selalu gagal, dan sekarang siapa tahu di Kampung Basaan ini mereka bisa kobarkan, oleh karena itu mari torang Tou Minahasa bersama Aparat Pemerintah cepat padamkan itu api sebelum para pengacau siram deng bensin. Oleh karena itu torang Tou Minahasa yang cinta kerukunan khususnya yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara bersatu dan bersama Aparat Pemerintah segera ditindak lanjuti supaya semua pendatang harus diseleksi dengan baik, torang nanda anti siapa-siapa tapi kalu coma lao salah pulangkan. Kedua untuk menjaga kerukunan yang sudah terbentuk dan terpelihara sampai saat ini di Minahasa/Sulut, tolak transmigrasi dari Jawa manapun juga untuk masuk di seluruh Minahasa/Sulut, sebab kekacauan di Maluku pada umumnya karena para pendatang yang dikenal dengan manusia transmigrasi yang ikut memperruncing keadaan. Kita Tou Kawanua tetap kedepankan kedamaian, kerukunan dan kesejahtraan, yang di landasi dengan motto: Torang Samua Basudara. Oleh karena itu jangan sampe torang kecolongan oleh para pengacau. I Yayat u Santi. Tabea waya Kawanua.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara