
LANGOWAN, BeritaManado.com – Banyak keluhan orang-orang yang pernah dirawat di Rumah Sakit (RS) bahwa saat berada di RS waktu berjalan sangat lambat.
Mereka mengalami masa-masa yang sangat menderita ketika dirawat di RS, selain penderitaan akibat penyakitnya, juga karena mereka harus terbaring di ranjang rumah sakit tanpa bisa berbuat apa-apa, benar-benar membosankan.
Menyadari hal tersebut di atas, Rabu (19/12/2017) di sela-sela Ibadah Natal 2017 RSUD Noongan melaunching program Biblioterapi.
Biblioterapi merupakan sebuah program yang menyediakan literatur/buku-buku bacaan untuk pasien yang sementara dirawat di RS Noongan.
“Program Biblioterapi dibuat selain untuk mengatasi kebosanan juga untuk menambah pengetahuan tentang berbagai hal,” kata dr Enrico H Rawung MARS, Direktur Utama RSUD Noongan.
Dengan demikian RSUD Noongan merupakan satu-satunya dan yang pertama menerapkan program ini di Sulawesi Utara.
Program Biblioterapi dikembangkan RSUD Noongan berdasarkan Permenkes No 4 tahun 2012 tentang Pedoman Teknis Promosi Kesehatan Rumah Sakit yang mengatur tentang Biblioterapi.
(***/rds)
