
Manado, BeritaManado.com – Kearsipan adalah jantung dari akuntabilitas sebuah institusi yang sayangnya masih sering disepelekan.
Hal inilah yang ditekankan oleh perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rani Tresnayani, S.A.P, saat memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kearsipan di RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, Rabu (5/11/2025).
Bagi Rani, arsip jauh melampaui sekadar urusan kertas saja.
“Kearsipan itu bukan hanya soal dokumen, tetapi tentang bukti kerja, integritas, dan tanggung jawab kita,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mendorong agar seluruh unit kerja di rumah sakit benar-benar menerapkan sistem kearsipan yang tertib dan terstandar.
Kegiatan Bimtek ini sendiri merupakan inisiatif penting dari Kemenkes RI, khususnya melalui Biro Umum dan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
Tujuannya tak lain adalah untuk memperkuat dan meningkatkan Indeks Kinerja Tata Kelola (IKTK) Kearsipan di lingkungan rumah sakit, termasuk RSUP Kandou.
Rani secara terbuka menyampaikan harapan besar Kemenkes, khususnya membantu RSUP Kandou agar nilai IKTK-nya dapat segera sesuai dengan standar nasional kearsipan, termasuk dalam implementasi sistem digital SRIKANDI.
“Berdasarkan evaluasi sebelumnya, masih ada beberapa aspek yang perlu kita benahi bersama. Ini mencakup seluruh siklus arsip, mulai dari penciptaan, pengelolaan, hingga pemusnahan, serta penerapan sistem SRIKANDI,” jelas Rani.
Ia berharap, para manajer, asisten manajer, dan staf administrasi yang hadir sebagai peserta dapat memahami dan menerapkan tata kelola ini secara konsisten dan berkelanjutan.
Komitmen Pimpinan RSUP Kandou: Arsip Rapi Cerminan Profesionalitas
Sambutan hangat diberikan oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, yang didampingi oleh Direktur Layanan Opersional, Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP, MSi.
Prof Starry menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan dari Kemenkes melalui Biro Umum dan Ditjen Kesehatan Lanjutan.
Menurutnya, kearsipan adalah bagian krusial dari good governance.
“Ini mencakup akuntabilitas, transparansi, serta memastikan pengambilan keputusan yang tepat di rumah sakit,” ujar Prof Starry.
Ia menambahkan, Bimtek ini adalah momen penting bagi seluruh unit kerja di RSUP Kandou untuk memperbaiki dan menertibkan sistem kearsipan mereka, baik secara manual maupun digital.
“Jangan hanya berhenti di teori. Arsip yang tertata rapi akan sangat membantu kita dalam proses administrasi, pelaporan, bahkan saat kita harus berhadapan dengan masalah hukum. Semua unit harus berkomitmen penuh terhadap pengelolaan arsip sesuai standar nasional,” tegasnya.
Prof Starry kemudian menekankan bahwa penataan arsip bukanlah sekadar rutinitas administrasi, tetapi cerminan dari profesionalisme institusi pelayanan publik.
“Kami ingin RSUP Kandou menjadi rumah sakit yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas layanan. Oleh karena itu, tertib arsip adalah fondasi utama dalam manajemen rumah sakit modern,” pungkasnya.
