
Penulis: Tim Redaksi
Lima poin utama:
- TNI AD akan memiliki lima Kodam baru pada 2026, sebagai bagian dari penataan organisasi dan komando kewilayahan.
- Lima wilayah yang disiapkan adalah DIY, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
- Tiga nama Kodam sudah diketahui, yakni Kodam Mataram, Kodam Sobe Sonbai, dan Kodam Maloko Kie Raha. Nama untuk Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya belum diumumkan.
- Tanggal peresmian belum ditetapkan. KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut pelaksanaannya masih menunggu jadwal dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
- Empat dari lima Kodam baru berada di Indonesia timur, sehingga pembentukannya menjadi bagian penting dari penataan struktur pertahanan dan penguatan komando kewilayahan di kawasan tersebut.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan diperkuat dengan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada 2026.
- Lokasi Kodam baru: DIY, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya
- Target peresmian: Tahun 2026
- Status jadwal resmi: Belum ditetapkan, masih menunggu keputusan Panglima TNI
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan rencana peresmian lima Kodam tersebut.
Namun, tanggal resmi peresmian masih menunggu penetapan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Pernyataan itu disampaikan Maruli saat ditemui di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
“Lima Kodam baru. Peresmiannya tergantung Panglima, jadwalnya,” kata Maruli, seperti dikutip dari pemberitaan media nasional.
Dengan demikian, hingga Kamis (13/8/2026), belum ada tanggal resmi yang dapat dipastikan untuk peresmian lima Kodam baru tersebut.
Lima wilayah yang disiapkan
Lima Kodam baru itu akan berada di lima provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Tiga di antaranya telah diketahui nama yang direncanakan, yakni Kodam Mataram di DIY, Kodam Sobe Sonbai di NTT, serta Kodam Maloko Kie Raha di Maluku Utara.
Sementara itu, nama resmi Kodam yang akan berada di Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya belum diumumkan.
Daftar lima Kodam baru
- Daerah Istimewa Yogyakarta, Kodam Mataram
- Nusa Tenggara Timur, Kodam Sobe Sonbai
- Maluku Utara, Kodam Maloko Kie Raha
- Papua Pegunungan, Belum diumumkan
- Papua Barat Daya, Belum diumumkan
Informasi mengenai tiga nama Kodam tersebut sebelumnya juga telah muncul dalam pemberitaan mengenai persiapan pembentukan Kodam baru di masing-masing wilayah.
Untuk NTT, misalnya, TNI AD telah menyiapkan pembentukan Kodam Sobe Sonbai yang nantinya memisahkan wilayah NTT dari struktur Kodam IX/Udayana yang selama ini berkedudukan di Bali.
Mengapa TNI AD membentuk Kodam baru?
Pembentukan Kodam baru merupakan bagian dari penataan organisasi dan komando kewilayahan TNI AD.
Rencana tersebut tidak sekadar menambah nama satuan, tetapi juga berkaitan dengan penyesuaian struktur komando, wilayah tanggung jawab, personel, serta satuan-satuan di bawahnya.
Penataan tersebut juga diarahkan untuk membuat struktur komando kewilayahan TNI AD lebih sesuai dengan perkembangan administrasi pemerintahan dan kebutuhan pertahanan di setiap wilayah.
Dalam rencana jangka panjang, struktur TNI AD diarahkan memiliki Kodam yang lebih merata di seluruh provinsi.
Sejumlah pemberitaan sebelumnya menyebut target penataan organisasi tersebut mencapai 38 Kodam pada 2029.
Empat dari lima Kodam berada di kawasan timur Indonesia
Dari lima wilayah yang masuk dalam rencana pembentukan Kodam baru, empat berada di kawasan Indonesia timur.
Keempatnya adalah Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Kondisi geografis dan posisi strategis kawasan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam penataan komando kewilayahan.
NTT, misalnya, memiliki wilayah yang berbatasan darat dengan Timor-Leste serta berada di jalur strategis kawasan timur Indonesia.
Sementara Papua memiliki karakter geografis yang luas dan kompleks serta menjadi salah satu kawasan strategis dalam sistem pertahanan nasional.
Pembentukan Kodam baru di wilayah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan efektivitas komando TNI AD di daerah.
Kapan lima Kodam baru diresmikan?
Pertanyaan mengenai jadwal peresmian menjadi perhatian setelah KSAD membenarkan rencana tersebut.
Namun, hingga saat ini belum ada tanggal resmi yang diumumkan.
KSAD Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa jadwal peresmian berada pada kewenangan Panglima TNI.
Karena itu, informasi mengenai tanggal peresmian yang beredar sebelum adanya pengumuman resmi perlu dipastikan kembali.
Bukan berarti kelima Kodam langsung beroperasi penuh
Peresmian Kodam merupakan salah satu tahapan dalam proses penataan organisasi TNI AD.
Setelah struktur komando dibentuk, terdapat kebutuhan untuk memastikan kesiapan organisasi, personel, sarana dan prasarana serta satuan pendukung.
Hal tersebut membuat proses pembentukan Kodam tidak hanya berkaitan dengan seremoni peresmian.
Untuk NTT, misalnya, persiapan pembentukan Kodam Sobe Sonbai telah berlangsung secara bertahap. TNI AD sebelumnya menyebut pembangunan Kodam di wilayah tersebut telah masuk tahapan persiapan lanjutan.
Struktur TNI AD terus diperkuat
Penambahan lima Kodam pada 2026 melanjutkan proses penataan organisasi TNI AD yang telah berlangsung sebelumnya.
Dengan pembentukan Kodam baru, struktur komando kewilayahan di sejumlah daerah akan mengalami perubahan.
Bagi masyarakat di wilayah yang menjadi bagian Kodam baru, perubahan tersebut juga akan berdampak pada struktur satuan TNI AD yang selama ini menaungi wilayah mereka.
Namun, detail mengenai batas wilayah teritorial masing-masing Kodam, struktur organisasi, serta pejabat yang akan memimpin Kodam baru masih menunggu keputusan dan pengumuman resmi TNI.
Untuk saat ini, fakta yang telah dikonfirmasi KSAD adalah lima Kodam baru akan diresmikan pada 2026, sedangkan waktu peresmian masih menunggu jadwal dari Panglima TNI.
Sumber: Pernyataan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, pemberitaan media nasional, serta informasi pendukung dari TNI AD dan ANTARA mengenai perkembangan pembentukan Kodam baru.
