
Bitung – Puluhan Kepala Keluarga (KK) harus diungsikan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah lokasi di Kota Bitung, Senin (10/6) sore.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, bencana banjir disertai longsor pasir dan lumpur yang terjadi pukul 15.00 Wita hingga puku 17.30 Wita itu terjadi di Kelurahan Madidir Unet lingkungan 5 RT 25 dan lingkungan 6 RT 28. Juga di Kelurahan Wangurer Barat lingkungan 6 RT 32 dan depan Perumahan Glori.
“Tak ada korban jiwa tapi sejumlah KK harus diungsikan mengingat tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat,” kata Kepala BPBD Kota Bitung, Jefry Wowiling, Selasa (11/6).
Sesuai data dilapangan, menurut Wowiling, yang harus diungsikan di Kelurahan Madidir Unet ada 4 KK dengan jumlah 24 jiwa, Kelurahan Wangurer Barat ada 14 KK dengan 53 jiwa. “Jumlah keseluruhan yang diungsikan ada 18 KK atau 77 jiwa,” katanya.
Sedangkan untuk rumah yang rusak menurutnya, di Kelueahan Madidir Unet ada 17 unit rumah rusak ringan dan 9 unit rumah rusak berat yang ditaksir menimbulkan kerugian sebesar Rp18.500.000. Kelurahan Wangurer Barat ada 20 unit rumah rusak ringan, 14 unit rumah rusak berat dengan jumlah kerugian diperkirakan Rp38.000.000.
“Total rumah yang rusak ringan ada 41 unit dan rusak berat 18 unit dengan nilai Rp64.500.000,” katanya.
Tak hanya itu, kata Wowiling, bencana tersebut juga menimbulkan kerusakan terhadap fasilitas lainnya. Seperti kerusakan sanitasi drainase lingkungan di Kelurahan Madidir Unet sepanjang 350 meter saluran air yang ditaksir ditaksir mengakibatkan kerugian sebesar Rp450.000.000, Kelurahan Wangurer Barat, kerusakan air bersih 3 meter kubik, 300 meter saluran air dan MCK umum 3 unit yang ditaksir Rp165.000.000 dengan total keseluruhan kerusakan Rp615.000.000.
Sementara itu, fasilitas umum lainnya di Kelurahan Wangurer Barat yakni bangunan SDN Erpach 1 unit dengan nilai Rp20.000.000, TK Pembina 1 unit dengan nilai Rp15.000.000, Masjid 1 unit dengan nilai Rp5.000.000, pipa air bersih 20 meter dengan nilai Rp10.000.000 dan total keseluruhan Rp50.000.000.
“Jadi total perkiraan kerugiaan materil akibat becana sebesar Rp684.500.000,” katanya.(enk)
