6 LANGKAH STRATEGIS
Usai mendengarkan curhatan para pengusaha, ada 6 Langkah Strategis yang disampaikan Wagub dalam Vicon saat itu.
Pertama, Biro Ekonomi akan berkoordinasi dengan Dispenda Provinsi Sulut menggagas pertemuan dengan para Kadispenda se-Kabupaten/kota menentukan insentif keringanan pembayaran Pb1 atau Pajak Restoran dan Hotel (Prh).
Kedua, tentang pembayaran cicilan. Yaitu, akan diusulkan relaksasi cicilan pengusaha UMKM Sulut. Asisten II mengadakan pertemuan dengan OJK dan perbankan BUMN membahas rescheduling cicilan kredit pengusaha wisata dan bersama leasing kendaraan terkait usulan Jouvendi mengenai kredit mobil pengusaha rental.
Ketiga, meminta PLN Sulutenggo agar memberikan keringanan pembayaran listrik bagi pengusaha hotel.
Keempat, Kartu Prakerja para naker agar didampingi dalam pengisian sekaligus penerapannya. Pendampingan teknis akan dilakukan langsung Kadisnaker dan Kadispar.
Kelima, penyaluran bansos. Wagub akan menyampaikan ke Dinas sosial terkait penyaluran Bansos juga untuk para naker pariwisata.
Keenam, Pelatihan yang akan dilaksanakan adalah bersifat aplikatif dan tepat sasaran. Artinya pelatihan yang akan memotivasi para naker menciptakan produksi untuk meringankan kebutuhan hidup keluarganya.
“Paling lambat Selasa depan, Pak Kadispar Provinsi Sulut akan tindaklanjuti pertemuan seperti ini dengan pihak OJK dan terkait lainnya dan sudah ada solusinya,” kata Wagub Steven Kandouw.
HOTEL JADI KARANTINA MANDIRI
Di sisi lain, dalam rangka mencegah penyebaran virus COVID-19 di Sulut sekaligus mendukung dunia perhotelan bisa bertahan, Wagub menegaskan bila Gubernur Olly DOndokambey telah mengeluarkan Pergub, diantaranya menegaskan tentang karantina mandiri bagi setiap pendatang yang tiba ke Sulut.
Antara lain menyiapkan sejumlah hotel untuk karantina mandiri bagi mereka yang memiliki dana sendiri dengan harga terjangkau sehingga bisnis hotel tetap dapat berjalan.
Hadir dalam vicon tersebut para ketua asosiasi, Johny Lieke ketua GIPI, Merry Karouwan ketua ASITA Sulut, Roy Berthy Robert ketua HPI Sulut, Jouvendi Rompis ketua Astindo, Masye Wowiling dari ASPPI Sulut, Putu Anom ketua Asosiasi GM Hotel se-Sulut bersama wakilnya Tommy Soetrisno dan anggota Stanley dari GM Travello Hotel, Sigit GM Mercure Hotel sekaligus Kordinator Accor Grup Manado, Aleksander Chang owner Rumah Alam Siatsu Grup, Leonard Parrangan Parangan dari MM Travel, Nixon Ray dan Renhart pengusaha paralayang, Candy Bastiaan owner Bastianos Resort Bunaken dan Katiman Herlambang owner Manado Scuba.
(rds)
