Berita Utama

100 Hari YSK-VICTORY: Sering Dibilang Seremoni, Ternyata Mereka Kerja Sampai Jam 3 Subuh!

100 Hari YSK-VICTORY: Sering Dibilang Seremoni, Ternyata Mereka Kerja Sampai Jam 3 Subuh!
100 Hari YSK-VICTORY: Sering Dibilang Seremoni, Ternyata Mereka Kerja Sampai Jam 3 Subuh!

Manado, BeritaManado.com – Genap 100 hari kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, YSK-VICTORY (Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay), sorotan publik kerap mengarah pada kesan “seremoni” atau banyak rapat.

Namun, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Utara, Steven Liow SSos MM, membantah keras anggapan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa tim YSK-VICTORY justru bekerja keras, bahkan hingga dini hari, untuk mengakselerasi pembangunan daerah.

“Teman-teman GMNI mungkin melihat YSK-VICTORY terkesan banyak rapat dan acara seremoni. Itu sangat keliru! Justru rapat penting dan strategis dari jam 7 pagi sampai jam 3 subuh, tim YSK-VICTORY, baik staf khusus maupun kepala SKPD, pulang larut malam untuk menuntaskan program percepatan pembangunan,” tegas Steven Liow.

RPJMD 2025-2030

Disusun dengan Visi Sulut Maju Sejahtera dan Berkelanjutan, Liow menjelaskan bahwa saat ini, kebijakan pemerintahan YSK-VICTORY sedang difokuskan pada penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.

Pembahasan ini melibatkan instansi terkait bersama Bappeda Provinsi Sulut, dengan visi utama “Sulut Maju Sejahtera dan Berkelanjutan”.

Dalam 100 hari kerja, pemerintahan YSK-VICTORY telah menuntaskan beberapa kebijakan penting di sektor pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan.

Program-program strategis nasional juga disinergikan, meskipun di tengah efisiensi anggaran.

“Meski ada efisiensi, anggaran yang seharusnya ditiadakan kegiatan justru dikembalikan untuk mendukung program prioritas nasional di Sulawesi Utara. Ini satu-satunya provinsi di Indonesia yang melakukan hal tersebut,” ungkap Liow.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung swasembada pertanian melalui pembangunan area persawahan baru, termasuk padi ladang, serta pembangunan irigasi di Bolaang Mongondow Raya dan sebagian besar wilayah Minahasa.

Anggaran akan disesuaikan melalui pergeseran dan APBD-Perubahan.

Pembenahan Regulasi Jadi Kunci Percepatan Pembangunan

Selain pertanian, Steven Liow juga menyoroti pengembangan industri perikanan, pariwisata, pertambangan, kesehatan, dan pendidikan.

Ia mengakui bahwa banyak hambatan yang muncul akibat regulasi yang belum mendukung.

“Fakta sebenarnya, baik pertanian, perikanan, pariwisata, pertambangan, kesehatan, dan pendidikan, banyak hambatan karena tidak didukung regulasi yang menghambat. Saat ini, semua sedang dituntaskan. Maka jangan kaget, banyak menteri datang di Sulawesi Utara,” jelasnya.

Secara pribadi, Liow mengaku sering bekerja hingga larut malam bersama Sekprov dan para asisten.

“Mengapa? Karena tuntutan kerja kita sangat tinggi oleh Beliau (Gubernur). Hari ini kita bersyukur, bersama DPRD sudah mulai dibahas Tata Ruang Provinsi Sulawesi Utara. Ini adalah pijakan kita dalam mempercepat pembangunan di Sulawesi Utara,” katanya.

Ia mencontohkan masalah jalan rusak yang terbagi atas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, yang akan terlihat dalam tata ruang.

“Termasuk pemeliharaan jalan. Dengan kata lain, YSK-VICTORY lagi on the track dengan kecepatan tinggi, dan semua dimulai dari regulasi agar kita tidak terjebak dalam melangkah. Kita harus patuh pada aturan dan kita jaga agar tidak keluar rel dari setiap kebijakan,” imbuhnya.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara