Bisnis dan Ekonomi

Yaki Sulut Nyaris Punah! Pertamina Lakukan Gerakan Nyata

“Pelepasliaran Yaki ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero) dan juga BKSDA Sulawesi Utara bersama mitra kerjanya, yaitu Yayasan Masarang – PPS Tasikoki, EPASS Tangkoko, Macaca Nigra Project (MNP), dan Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI),” terangnya.

Lebih lanjut Noel mengatakan pada tanggal 15 November 2020 lalu, kelompok Yaki ini dipindahkan ke kandang pelepasliaran di TWA Gn. Ambang untuk menjalani proses habituasi agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum mereka benar-benar akan bebas di alam liar.

Noel menjelaskan di Indonesia, Yaki merupakan satwa yang dilindungi sebagaimana tertuang dalam UU. Nomor 5 Tahun 1990.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui SK Dirjen KSDAE Nomor 180/IV-KKH/2015 telah menetapkan Yaki sebagai salah satu jenis dari 25 jenis satwa terancam punah prioritas yang perlu ditingkatkan populasinya.

“Kegiatan Pelepasliaran Yaki (Macaca nigra) ini diharapkan dapat menambah populasi Yaki liar di alam sehingga dapat menjadi sarana edukasi dan juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap satwa liar. Jika upaya konservasi Yaki tidak dilakukan dari sekarang maka Yaki akan semakin terancam dan mendekati ambang kepunahan,” tegasnya.

Di sisi lain, Sudikromo, Camat Kecamatan Modayag mengapresiasi Pertamina dan pemerintah dengan dilakukannya pelepasliaran Yaki ini.

“Pemerintah harus sinergi, berbagai elemen dan lembaga melalui acara ini mendukung program ini. Dengan dilepasliarkan Yaki diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Liberia Timur. Berharap dengan kegiatan semacam ini dapat dipertahankan, masyarakat dapat merawat dan mengembangkan. Mari kita semua bertanggungjawab, ciptaan Tuhan harus dijaga bersama,” tandasnya.

(***/Finda Muhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara