Berita Utama

WBP Narkoba Rutan Malendeng Diduga Meninggal Tidak Wajar

WBP Narkoba Rutan Malendeng Diduga Meninggal Tidak Wajar

Manado, BeritaManado.com — Rizki Putra (21), warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II A Manado atas kasus Narkoba oleh keluarganya dilaporkan meninggal tidak wajar.

Informasi yang diperoleh BeritaManado.com, pada Sabtu (14/9/2019), dari Kartini Aneta ibu korban, menceritakan bahwa akhir-akhir sebelum meninggal, Rizki Putra memang sakit di Rutan Malendeng.

“Memang sudah beberapa hari Riski sakit, tapi terakhir itu hari Kamis (5/9) saat saya berkunjung, saya lihat dia sakit sudah parah. Saya lihat Rizki sudah susah berjalan, sudah pusing, tapi waktu bertemu di rutan yang terbatas, akhirnya saya pulang sekitar pukul 12.30 Wita,” kata Kartini Aneta.

Dikatakannya, baru sebentar dirinya pulang, pihak Rutan Malendeng menelepon, “Ibu Rizki so mo rujuk”.

“Saya langsung kaget dan saya tanya rujuk dimana? Awalnya pihak Rutan Malendeng mengatakan akan rujuk di rumah sakit Bhayangkara, tapi kemudian di rumah sakit Advent,” kenang Kartini Aneta.

Dirinya pun langsung bergegas, saat tiba di Rutan Malendeng, Rizki Putra yang baru menjalani 1 (satu) kali sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado ini, sudah tidak sadar, sudah tidak kenal orang.

“Jadi dari Rutan, pada Kamis malam itu dibawah ke rumah sakit Advent. Hari Minggu Rizki yang keadaannya sudah drop, langsung dirujuk ke rumah sakit Prof. RD Kandou. Saat itu saya lihat kondisi Rizki sudah koma dan tidak sadar,” jelas Kartini Aneta.

Dirinya mengatakan, menurut dokter di RS Prof RD Kandou hasil scannya, di kepala bagian belakang ada 3 (tiga) benjolan.

“Dokter pun spontan bertanya ke saya, apa Rizki ada celaka atau apa? Saya jawab saya juga kurang tahu dokter,” terang Kartini Aneta.

Malam terakhir dokter bilang bahwa kondisi Rizki sudah lemah dan tidak bisa lagi ditolong, karena bagian dada dan kepala sudah hancur.

“Kamipun bilang, kami sudah pasrah dan ikhlas. Akhirnya Riski Putra meninggal sebelum jam 6 pagi, pada Kamis (12/9),” tutur Kartini Aneta.

Namun Kartini Aneta ibu korban, yang ditemani keluarga Dince Seba, Ibu Ira dan Ahmad Laparaga mengatakan bahwa keluarga ikhlas atas kematian Riski, tapi tetap akan melaporkan ketidakwajaran kematiannya ke pihak berwajib.

Ketika BeritaManado.com melakukan konfirmasi ke Rutan Malendeng, pada Jumat (13/9) sore, oleh petugas jaga mengatakan Kepala Rutan sudah pulang karena ini hari Jumat. Saat ditanya kalau ada nomor kontak yang bisa dihubungi, petugas yang hanya menjawab lewat lubang di pintu mengatakan tidak ada.

(BennyManopo)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara