Politik dan Pemerintahan

Virus Dinasti Lebih Bahaya dari Corona

ilustrasi FreePik.com
ilustrasi FreePik.com

Manado, BeritaManado.com — Virus nepotisme mulai nyata dalam menyambut pemilihan serentak.

Sebenarnya, topik ini sudah berulang-kali diangkat apalagi menyambut pesta demokrasi seperti sekarang.

Sasaran tembaknya tentu saja adalah partai politik (parpol).

Mengapa?

Bukti kegagalan parpol menyiapkan kader sudah banyak terlihat di setiap kontestasi lima tahunan.

Praktik ‘dagang sapi’ masih ramai

Andrea Vincent Wenas MM MBA (dok pribadi)
Andrea Vincent Wenas MM MBA (dok pribadi)

Tak perlu tengok jauh-jauh, lihat saja di Sulut, virus ini terang-benderang.

Sekjen Kawal Indonesia, Andre Vincent Wenas MM MBA menyebut beberapa petahana di Sulut akan meneruskan kekuasaan pada keluarga dekat.

Dan itu berpotensi terjadi di pemilihan serentak di Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow Timur.

Memang kata Andre Vincent, Undang-undang tidak melarang hal itu.

Namun menurut dia, imbas dari virus dinasti akan lebih berbahaya dari corona.

Sebab seyogiahnya, proses seleksi kepemimpinan terjadi dalam platform simetris bukan asimetris karena campur tangan kekuasaan.

“Di sinilah peran parpol tampil,” beber Vincent.

Ia menjelaskan, pemimpin daerah memang dipilih rakyat.

Namun dalam menentukan calon, itu menjadi peran parpol .

Sayangnya kata Vincent, dalam tahapan ini, praktik ‘dagang sapi’ masih ramai.

“Sekarang kita kembalikan ke rakyat lagi. Harus melihat mana yang berkompeten dan tidak sebagai pemimpin nanti,” bebernya.

Pemilihan serentak 2020 diprediksi masih akan diselimuti persoalan yang rumit dipecahkan.

Yang paling menonjol adalah praktik politik dinasti.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara