“Ketika Pasien Narkoba Mengeluh kepada Wakil Rakyat”

MANADO – Komitmen pemerintah untuk membantu eks pengguna narkoba menjalani proses penyembuhan melalui rehabilitasi terapi dipertanyakan. Pasalnya, sejumlah pasien narkoba yang sementara menjalani proses rehabilitasi di Klinik Aesculap Rumah-Sakit Ratumbuysang Manado, Kamis (8/9) sore, mendatangi DPRD Sulut mengeluhkan stok obat yang telah habis selama tiga minggu.
“Kami datang kesini untuk mengeluhkan nasib kami karena obat yang kami gunakan selama proses terapi telah habis, sementara pihak rumah-sakit sepertinya menghindar dan tidak mau bertanggungjawab. Tolong bapak-bapak sebagai wakil rakyat dapat memperhatikan nasib kami,” tutur Nicky Kaliey, salah-satu pasien narkoba yang juga koordinator bagi teman-temanya yang lain.
Pasien narkoba yang berjumlah 7 orang ini didampingi Pdt Jamillah Hussein dari badan narkoba daerah. Mereka diterima tiga anggota DPRD, Teddy Kumaat, Bart Senduk dan Lexi Solang.
“Baiklah keluhan teman-teman secepatnya akan kami sampaikan kepada komisi IV sebagai komisi terkait, dan akan memanggil pihak rumah-sakit untuk dikonfrontir,” tutur Teddy Kumaat.
Adapun obat yang dilaporkan habis padahal sangat dibutuhkan dalam proses terapi adalah obat jenis Subuxone dan Subutex, yakni obat pengganti heroin, putau dan kokain. Obat ini harus dikomsumsi rata-rata tiga kali sehari. Namun sudah tiga minggu terakhir obat ini oleh pihak rumah-sakit dinyatakan telah habis.
Menariknya, usai menyampaikan unek-unek kepada anggota dewan, para pasien narkoba ini menggelar ibadah yang dipimpin Pdt Jamillah Hussein. (jry)
