
Tondano – Makna Sumpah Pemuda tidak lepas dari hidup keseharian seseorang yang merupakan bagian dari generasi muda itu sendiri. Veita Tampi, anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Minahasa juga mengakui bahwa dirinya masih masuk dalam golongan generasi muda yang menuntut sebuah kontribusi bagi ibu pertiwi dan tanah leluhur Minahasa. Ia pun mengajak pemuda Minahasa untuk meningkatkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan.
Veyta yang belum lama ini duduk sebagai wakil rakyat dalam sebuah proses pergantian antar waktu (PAW) mengungkapkan, bahwa cukup jarang pemuda terlibat aktif dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya sendiri. Justeru tak jarang terlihat sebagian pemuda yang ada justeru menjadi pnyebab suatu masalah seperti tawuran, penyalahgunaan minuman keras, narkoba dan lain sebagainya.
Entah kapan hal seperti ini akan berhenti, yang pasti harus dari pemuda sendiri yang memulainya. Jangan tunggu kapan dan siapa yang akan memulai sebuah perubahan terhadap gaya hidup sebagian kelompok generasi muda. Siapa yang berpikir tentang hal itu, dialah yang harus memulai terlebih dahulu. Lakukanlah apa yang sederhana, seperti terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa di desa masing – masing – Veita Tampi.
Menurutnya, aksi untuk peduli dengan pendidikan anak – anak usia sekolah di pedesaan tidak perlu menanti bantuan pemerintah datang. Memulai dengan apa yang ada itu sudah sangat cukup. Kalau toh memang masih ada kekurangan, biarlah orang lain yang akan melengkpi. Mencerdaskan seorang anak yang hidup di jaman sekarang adalah investasi besar bagi kemajuan tanah Minahasa di masa yang akan datang. (Frangki Wullur)
