“Pemprov Siap Memfasilitasi”

MANADO – Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) telah dinyatakan sebagai pemilik sah Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) melalui putusan Mahkamah Agung RI tahun 2010 lalu, sekaligus menolak Peninjauan Kembali (PK) dari yayasan AZR Wenas. Akan hal tersebut civitas akademika mahasiswa UKIT melakukan aksi demonstrasi di kantor kejaksaan, pemprov dan berakhir di DPRD Sulut, Selasa (20/9) hari ini.
Aksi unjuk rasa di DPRD Sulut diterima oleh anggota deprov Jhon Dumais, James Sumendap, Lexi Solang dan Lady Diana Rogi. Pengunjuk rasa yang dikoordinir Jack Wullur, menuntut pihak dewan ikut membantu penyelesaian kemelut dualisme UKIT Tomohon.
“Secara tupoksi DPR tidak berhak mencampuri permasalah di UKIT karena merupakan wewenang yayasan. Namun sebagai lembaga politik kami siap memanggil pimpinan kedua yayasan yang berseteru dan Ketua Sinode GMIM,” tutur James Sumendap dengan suara lantang.
Ditambahkan Jhon Dumais, legislator Partai Demokrat, penyelesaian permasalahan di UKIT Tomohon wajib dilakukan semua pihak termasuk lembaga legislatif. “UKIT adalah aset pendidikan yang sangat berharga sehingga mutlak perlu diselamatkan,” tukas Dumais diiyakan Lexi Solang dan Diana Rogi.
Pada akhir aksi demonstrasi disepakati melalui MoU, pihak dewan dalam waktu paling lambat satu minggu akan memanggil pihak-pihak terkait yang terlibat pertikaian di UKIT termasuk Ketua BPS Sinode GMIM.
Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa UKIT YPTK dikoordinir Pdt Max Edward Tontey MTh, Michael Rumansih dari senat mahasiswa, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Jack Wullur dan Frangky Mantiri, Dosen Fakultas Hukum UKIT.
Sementara wakil gubernur Dr Djouhari Kansil MPd ketika dimintai tanggapan terkait aksi demonstrasi mahasiswa UKIT, menyatakan, pihak pemprov siap memfasilitasi kedua belah pihak yang bertikai, namun menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada Sinode GMIM.
“Dikembalikan sepenuhnya kepada sinode karena ini adalah masalah kedalam. Saya kira Sinode akan mampu menyelesaikan masalah ini karena mereka semua bersaudara,” tukas Kansil. (jry)
