MANADO – “Tiga ribu!…tiga ribu!” teriak sopir mikro (angkutan kota). Itu, baru untuk mikro pertama, sedangkan untuk mikro kedua jurusan Malalayang mengatakan,”lima ribu…! lima ribu..!”, ujar sopir mikro kedua.
“Masak sekarang ke terminal Malalayang jadi Rp5000, kiapa so bagini, dang ?”, gumam Fenly salah satu anggota Satpol-PP Bolmong yang kebetulan bersebelahan dengan wartawan beritamanado di depan IT Center Manado.
“Kiapa so suka-suka kase nae harga bagini, ada yang tiga ribu ada yang lima ribu. So dua kali kita pulang-bale Amurang mar tiap kali jam-jam bagini (sekitar jam 07.00 malam), ini sopir-sopir ja kase nae harga”, sesalnya.
Dari informasi yang ditemukan beritamanado, bahwa dua hari terakhir ini, beberapa sopir mikro jurusan Malalayang, terlihat secara sepihak, memanfaatkan situasi ramai penumpang untuk menaikkan harga. “Sekarang ini sopir mikro nda mau lagi jauh-jauh, kalau jauh seperti ke teminal Malalayang, dorang suka minta harga lebeh,” ujar salah seorang ibu, calon penumpang yang juga menunggu mikro jurusan Malalayang.
Ketika berbincang dengan ibu ini, tiba-tiba mikro jurusan Malalayang muncul, “Malayang..Malalayang….empat ribu, lima ribu boleh nae,” ujar sopir ini menawarkan tumpangan.
Sontak ibu yang berada di sebelah mengatakan, “empat ribu, lima ribu…yang jelas kwa ..nga kira ini jualan kacang goreng!’, ujar ibu ini dengan nada sedikit marah. Ibu tersebut tetap memutuskan untuk menunggu mikro yang dua ribu dan berharap agar para sopir tidak menaikkan harga secara sepihak.
” Kalau perlu dinas perhubungan harus cek ini sopir-sopir mikro, so ada aturan kase nae harga mikro so? Kalu dorang suka kase nae khan harus ditetapkan berapa depe nae, jangan kong sambarang seperti ini,” ungkapnya menutup pembicaran. (cha)

Solusi mengurangi kemacetan: Kase kurang ni mikro2! So dorang tu beking macet jalan. So p banya le kong ja brenti ditengah jalan kase nae/turun penumpang. Manado so tll banya mikro. Kota yg paling banyak angkot
adoh angkot…. jangan talalu banya bekeng kesalahan, banya tu mo ganti pa ngoni kasiang… ta bilang angkot2 manado so bagus, masyarakat Manado masih banyak yg suka ja nae angkot disana.. jangan masyarakt so nda sanang, kong pemerintah dapa kesempatan dalam kesempitan. dorang mo gencet pa ngoni.
berapa lama kwa pemerintah ganti ngoni deng angkutan kota yg lebih baik, lebih nyaman, mengurangi macett lagi.
kita suka angkot manado (kalo mo dibandingkan deng angkot2 kota laen). mar kalo ada yg lebe baik kenapa tidak. apa lagi kemacetan so jadi isu yg serius skrg ini di manado.