MANADO — Belum tuntasnya penyelesaian tapal batas antara Minut-Bitung, kembali memicu ketegangan warga yang berada di sekitar perbatasan tersebut. Buktinya, hanya soal pembangunan puskesmas pembantu (Puskestu) Pemkab Minut, membuat warga Tendeki berang karena dianggap pembangunan tersebut dilakukan di desa Tendeki
kecamatan Matuari kota Bitung. Akibatnya Rabu (16/03), warga merusak Puskestu tersebut sekitar pukul 11.30 Wita.
Menurut informasi, masyarakat yang berada di Kelurahan Tendeki telah memperingatkan agar pembangunan Puskestu perlu dihentikan sementara, namun masih saja dikakukan pengerjaan. Merasa teguran tidak diindahkan, puluhan warga Tendeki juga gerah dan turut melakukan penghadangan terhadap puskesmas keliling (mobile)
yang berada di lokasi tersebut.
Beruntung, aparat kepolisian Polsek Bitung Barat cepat menuju ke lokasi dan mengamankan situasi. Kapolres Bitung, AKBP Soeseno Nurhandoko SIK, melalui Kapolsek Urban Bitung Barat, Kompol Jhon Unawekla, mengatakan bahwa konflik ini belum bisa terhenti ketika tidak ada yang mau mengalah. Sebab ada warga yang mengklaim
itu wilayahnya atau sebaliknya.
“Dalam catatan kami sudah lima kali kasus serupa nyaris membuat kisruh antara warga. Bahkan pihak terkait seperti Hukum Tua Desa Tontalete Rok-rok sudah menyapakati jika pembangunan ini tidak akan dilanjutkan, sementara ketika pelayanan pos kesehatan dan pekerjaan fisik bangunan tetap dijalankan sehingga membuat warga kecewa,” kata Unawekla.
Pihak Unawekla sendiri mengaku, hanya bisa mencegah agar tidak menjurus pada tindakan anarkis. (en)
