Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Foto: google.
TOMOHON, beritamanado.com – Penggunaan seragam hitam putih di kalangan PNS lagi-lagi mengalami perubahan. Hal ini tak lepas dari protes yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang membuat Mendagri Tjahjo Kumolo luluh.
Sebagaimana dilansir dari salah satu media online nasional, Mendagri menyatakan tidak mewajibkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk memakai seragam hitam putih ala Jokowi setiap hari Rabu. “Ya terserah (hitam putih ala Jokowi) kalau itu mau diseragamkan. Di tiap provinsi atau di tiap kabupaten kota tidak ada masalah. Nggak harus wajib. Tapi kami memberikan (perintah) asal seragam,” tegas Mendagri Tjahjo Kumolo usai menjadi Inspektur Upacara HUT Pemadam Kebakaran ke 97 di Lapangan Pancasila, Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (01/03 lalu).
Tjahjo menjelaskan, jika hari Senin dan Selasa, para PNS menggunakan seragam khaki. Kemudian untuk Rabu hingga Jumat diserahkan masing-masing kepada PNS di pemerintahan kabupaten/kota masing-masing. “Kalau di satu provinsi kalau Rabu, Kamis, Jumat kalau mau batik silakan. NTT kalau mau pakai kain tenunnya ya silakan. Bali mau pakai ikatnya juga boleh. DKI kalau Jumat baju Koko boleh. Aceh kalau mau pakai baju koko untuk Jumatan boleh,” ujar mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.
“Gini yah, kalau soal seragam itu prinsipnya, kami kan sudah memberikan peluang. Sabtu, Jumat, Kamis itu menggunakan pakaian khas daerah. Yang membeli dari kerajinan daerah. Nah! Masih ada hari Rabu. Rabu boleh putih (baju ala Jokowi) atau Rabu mau diambil batik atau lurik atau tenun atau ikat,” ujarnya.
Ganjar sendiri mengaku bahwa pendapat yang disampaikan bukan merupakan bentuk protes. “Nggak! bukan diprotes, Pak Mendagri itu membuka ruang bebas. Cuma kemarin menerjemahkannya agak ramai. Nggak, setelah saya bilang ke Pak Mendagri nggak,” ungkap Ganjar di tempat yang sama.
Ganjar bersyukur Kemendagri tidak mewajibkan jajaran PNS di Pemprov Jateng dan di seluruh Indonesia menggunakan baju hitam putih ala Jokowi. Bahkan, Kemendagri ikut mendukung sesuai pendapat dan alasan penolakannya terkait aturan Permendagri Nomor 6 Tahun 2016 dan diterbitkan pada 22 Januari 2016 lalu.
Di Pemkot Tomohon sendiri, sebagaimana pantauan media ini untuk pemakaian seragam pada hari Senin dan Selasa menggunakan seragam khaki, Rabu dengan hitam putih, Kamis seragam Payus dan untuk menggunakan batik. (ray)

Membingungkan.. Yg pasti2 donk
Gk punya pendirian
Pak mendagri yg jelas dong jangan
Plin plan