
Manado — Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulut melaksanakan Seminar Nasional dengan tema “Outlook Perekonomian Indonesia, Peluang Dan Tantangan di Era Industri 4.0” di Hotel Aryaduta, Selasa (21/1/2020).
Acara dimulai dengan laporan oleh Ketua Panitia Dr Tri Oldy Rotinsulu, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua PD KAGAMA Sulut Rudy Mokoginta.
Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan, seminar ini merupakan kegiatan pertama yang membahas masalah ekonomi global dalam pengaruhnya pada perekonomian di Indonesia khususnya di Sulut.
“Diharapkan kegiatan ini dapat memberi sumbangsih nyata agar dapat menguatkan kebijakan dalam akselarasi pertumbuhnan ekonomi Sulut dan menciptakan lapangan kerja dan mereduksi angka kemiskinan di Sulut,” ujar Rudy.
Seminar Nasional ini membahas isu-isu lokal terkait kesiapan industri dan pengembangan SDM di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.
Isu-isu perekonomian global, nasional dan regional Sulut, serta kesiapan SDM Sulut dalam menghadapi peluang dan tantangan di era Industri 4.0 pun menjadi bahasan dalam seminar nasional ini.
Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Praseno Hadi SE MM AK yang hadir mewakili Gubernur Sulut mengatakan, secara umum, ekonomi di Sulut makin membaik dan sangat bagus dibawah kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, meskipun masih ada hal-hal yang perlu disempurnakan.
Seminar tersebut pun disebutnya merupakan sarana untuk mencari solusi dan sumbangan konstruktif bagi Pemerintah Provinsi Sulut agar mampu mengoptimalkan kinerja ekonomi dan bisa disimpulkan akan ada rekomendasi konstruktif terutama program unggulan pemerintah yaitu operasi daerah terkait mereduksi angka kemiskinan.
Apalagi, pada 2020 ini, Pemerintah Provinsi Sulut optimis kesenjangan ekonomi di Sulut akan terkontrol dengan baik.
“Pertumbuhan ekonomi relatif bagus dan diingatkan agar terus jadi pelopor di segala sektor terutama menjaga kerukunan dan diharapkan jadi awal pemersatu bangsa dengan toleransi keberagaman yang ada,” kata Praseno.
Usai pembukaan, pemaparan para narasumber dilanjutkan dengan diskusi pun dimulai.
Bertindak sebagai moderator yaitu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSRAT Dr Herman Karamoy, dan para nara sumber yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UGM yang juga Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI Sri Adiningsih SE Msc, Guru Besar FEB Unsrat dan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Manado, Prof Dr Paulus Kindangen dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat.
Seminar ini diikuti oleh para alumnus UGM, pakar ekonomi, aktivis ekonomi, cendekiawan, serta tamu undangan lainnya.
Turut hadir dalam seminar ini, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulut Muhdi Ph.D dan Direktur IPDN Sulut Dr. Noldy Tendean yang turut berkontribusi dalam diskusi.
(srisurya)
