
Manado, BeritaManado.com — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, punya satu catatan penting ketika bicara tentang potensi kerja sama dengan Sulawesi Utara, yakni jalur udara alias rute penerbangan adalah penentu segalanya.
Bagi Rod, jalur udara yang mumpuni bukan sekadar urusan logistik, tetapi kunci untuk membuka gerbang peluang yang jauh lebih besar.
Jika konektivitas udara berjalan baik, Sulawesi Utara berpotensi besar menjadi destinasi, tak hanya bagi para investor, tetapi juga wisatawan Australia.
Ia secara pribadi sangat berharap akan melihat lebih banyak turis dari negaranya menjelajahi Bumi Nyiur Melambai.
“Konektivitas itu sangat penting. Kalau Sulawesi Utara ingin menarik banyak turis Australia ke sini, rute penerbangan perlu ditingkatkan,” tegasnya, didampingi Konsul Jenderal Australia di Indonesia Timur, Todd Dias, saat menanggapi pertanyaan wartawan di Gedung Rektorat Unsrat Manado, pada Kamis (23/10/2025).
Rod mengakui, Sulut sebenarnya punya magnet yang kuat.
Siapa tak kenal Taman Laut Bunaken yang sudah mendunia?
Belum lagi potensi kulinernya yang pedas dan unik, jelas bisa memikat wisatawan mancanegara.
Namun, ia juga jujur mengakui bahwa saat ini, jumlah turis Australia yang datang ke Sulut masih sangat minim, terutama jika dibandingkan dengan pulau dewata.
“Bandingkan dengan Bali, yang kedatangan 1,5 juta turis Australia per tahun. Kalau ada sebagian kecil saja yang datang ke Sulawesi Utara, itu sudah bagus sekali,” katanya.
Agenda Duta Besar Rod Brazier di Sulut tak berhenti di Manado.
Ia juga berencana mengunjungi Kota Tomohon pada Jumat (24/10/2025) untuk bertemu wali kota.
Kunjungan ini fokus menjajaki kerja sama unik terkait pengembangan jamur yang didukung oleh lembaga dari Australia.
“Kita berharap ini akan bermanfaat dan mendukung sektor pertanian di sana,” ujarnya.
Melompat ke ranah kerja sama yang lebih luas, Rod Brazier menekankan pentingnya peningkatan perdagangan antara Australia dan Indonesia.
Ia menyebutkan, volume perdagangan kedua negara menunjukkan tren yang sangat positif selama lima tahun terakhir.
“Volume perdagangan antara Australia dan Indonesia selama lima tahun ini telah meningkat lima kali lipat,” pungkasnya dengan nada optimistis.
Meski begitu, ia mengakui bahwa di bidang investasi, masih ada pekerjaan rumah yang besar.
