Berita Utama

Jan Maringka: Rekam Jejak Prof Purnomo Yusgiantoro Berintegritas, Pantas Pimpin IKAL Lemhannas

Jan Maringka: Rekam Jejak Prof Purnomo Yusgiantoro Berintegritas, Pantas Pimpin IKAL Lemhannas

Jan Maringka

Penulis: Frangki Wullur | Jakarta

Tekanan global yang kompleks seperti dampak dari krisis energi sampai pada ancaman terhadap ketahanan pangan, membuat kepemimpinan nasional sangat dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

Hal demikian tidak hanya jadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi ladang partisipasi dari segenap elemen masyarakat.

Situasi ini menjadi alasan suatu organisasi strategis dan memiliki kekayaan pemikiran sekelas IKAL Lemhanas akan hadirnya figur pemimpin yang tepat dalam memenuhi kebutuhan bagi jalannya roda organisasi.

Figur yang sangat dibutuhkan yaitu mereka yang tidak hanya sekedar memiliki perjalanan panjang, namun juga yang sudah teruji dengan penuh integritas dan profesional dalam mengatasi berbagai masalah dan tanpa masalah dala hal kepemimpinan.

Terkait hal tersebut, Advokat senior yang juga mantan Jaksa Agung Muda pada Kejaksaan RI periode 2017- 2020 Dr Jan Maringka SH MH CGCAE, melihat kriteria itu ada pada sosok Prof. Purnomo Yusgiantoro, seorang Penasehat Khusus Presiden RI bidang Energi.

Menurut Jan, Alumni PPRA 53 tahun 2015, IKAL Lemhannas bukanlah organisasi biasa.

Ia merupakan wadah dari para alumni lintas angkatan yang memiliki berbagai latar belakang kepemimpinan strategis, baik sipil maupun militer sehingga figur yang akan memimpin harus memiliki standar lebih yang tidak bisa ditawar lagi.

“Ini bukan saja soal siapa yang mau tetapi siapa yang paling dipercaya untuk memulihkan gerak langkah IKAL secara cepat dan tepat.

IKAL Lemhannas sendiri butuh figur pemimpin dengan integritas yang tidak diragukan, serta kapasitas yang sudah teruji,” ujar Jan Maringka.

Nama Prof. Purnomo Yusgiantoro sendiri belakangan ini sering muncul dikalangan DPD dan DPA muncul bukan tanpa alasan.

Rekam jejaknya dalam pemerintahan dari masa ke masa menjadi salah satu indikator kuat.

Seperti diketahui, Prof. Purnomo adalah tokoh nasional yang mendapat kepercayaan untuk mengisi berbagai jabatan strategis sejak awal reformasi hingga kini.

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral selama dua periode, 2000- 2009 serta Menteri Pertahanan 2009- 2014 dan kini kembali menjadi Penasehat Khusus Presiden Bidang Energi, suatu bidang yang menjadi atensi di berbagai belahan dunia.

Bagi Jan Maringka, yang juga pernah menjabat Irjen Kementan RI 2021- 2023, wujud kepercayaan demi kepercayan Presiden dari masa ke masa bukanlah hal yang biasa.

“Beliau adalah figur yang tidak hanya kaya pengalaman, tetapi juga memiliki integritas yang terjaga dalam melaksanakan amanah,” katanya.

Dalam pandangan Jan Maringka, salah satu aspek paling dan krusial dari kepemimpinan adalah komitmen dan ketaatan terhadap hukum.

Hal ini menjadi akan penting, terutama dalam organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

Di titik ini, ia menilai Prof. Purnomo memiliki rekam jejak yang jelas dan mampu menjaga amanah.

“Beliau telah menempatkan hukum bukan sebagai landasan formalitas, tetapi sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Jan, terlihat saat Prof. Purnomo memimpin sektor-sektor krusial seperti energi dan pertahanan nasional.

Di tengah tekanan dan kepentingan yang besar, ia dinilai tetap mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan kepatuhan terhadap regulasi nasional

“Ini bukan sekadar soal administratif, tetapi soal karakter. Kepemimpinan yang taat hukum adalah kepemimpinan yang bisa dipercaya,” tegas Jan.

Namun, ia menekankan bahwa integritas saja tidak cukup.

Organisasi juga membutuhkan arah yang jelas, yang hanya bisa diwujudkan oleh pemimpin dengan kapasitas mumpuni menjaga marwah organisasi besar ini.

Menurutnya, keunggulan lain Prof. Purnomo terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dan praktik, hal ini dibuktikan dengan pendirian Purnomo Yusgiantoro Centre yang banyak memberikan kontribusi pemikiran mengatasi masalah energi dan pangan kita.

Ia tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk di level internasional seperti OPEC, dan penugasan lainnya.

Di ranah akademik, kiprahnya tidak diragukan, sebagai pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), serta Guru Besar yang mengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berbagai kampus lain yang konsisten membangun perspektif strategis dalam penguatan sumber daya manusia.

“Inilah figur lengkap SDM yang memahami keunggulan SDA kita kombinasi pemimpin yang dibutuhkan IKAL Lemhannas hari ini, pemimpin yang bisa berpikir strategis, tetapi juga mampu membangun manusia unggul di dalam organisasinya,” kata Jan.

Selain itu, Prof. Purnomo juga dikenal sebagai sosok yang mampu membangun tim yang solid. Ia dinilai tidak bekerja secara individual, melainkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif dan profesional.

Pendekatan ini dinilai penting, mengingat IKAL Lemhannas merupakan organisasi yang bertumpu pada kekuatan gagasan dan kontribusi anggotanya.

Lebih jauh, Jan melihat Prof. Purnomo sangat memahami posisi IKAL Lemhannas sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi para alumni namun memberi pemikiran langsung kepada para pengambil kebijakan kedepan.

“Kita membutuhkan IKAL yang mampu menjadi sparring partner pemerintah, bukan hanya pengamat, tetapi juga pemberi solusi,” ujarnya.

Dengan pengalaman dan jejaring yang luas, Prof. Purnomo dinilai memiliki posisi yang sangat tepat untuk menjalankan peran sebagai Ketua Umum IKAL Lemhannas Periode 2026- 2030 karena beliau dapat diterima oleh lintas generasi para Alumni.

Tak hanya itu, komitmennya di bidang pendidikan juga menjadi nilai tambah. Keterlibatannya di Universitas Pertahanan dan berbagai institusi pendidikan lainnya menunjukkan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia yang nyata.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang menyiapkan kader, bukan hanya mengandalkan figur,” kata Jan.

Di tengah tantangan yang semakin kompleks, ia menilai IKAL Lemhannas membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga antisipatif.

Dengan rekam jejak panjang, integritas yang teruji, serta kapasitas yang relevan, Jan menilai Prof. Purnomo Yusgiantoro merupakan sosok yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

“Beliau bukan hanya layak, tetapi memang sangat dibutuhkan,” pungkasnya.