
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Dewan Pimpinan Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) tahun 2026.
Rakerwil mengusung tema ‘Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid’ sebagai momentum memperkuat arah gerakan BKPRMI sekaligus mendorong peran pemuda dan remaja masjid agar semakin berdampak bagi masyarakat.
Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut Donal Pakuku S.IP, dalam sambutannya mengatakan Rakerwil merupakan amanah organisasi yang memiliki arti penting dalam menentukan arah perjalanan BKPRMI pada periode mendatang.
Menurutnya, Rakerwil tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin organisasi maupun kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, forum tersebut harus mampu melahirkan program kerja yang memberikan dampak nyata.
“Harapan kami, semoga Rakerwil bukan hanya momentum agenda kerja, tetapi bisa membangun paradigma pemuda remaja masjid,” ujar Donal.
Ia menilai selama ini masih terdapat pandangan di tengah masyarakat bahwa pemuda remaja masjid hanya sebatas bertugas membersihkan masjid atau menjadi pemegang kunci masjid.
Paradigma tersebut, kata Donal, harus diubah.
Pemuda dan remaja masjid harus didorong menjadi aktor perubahan yang ikut mengambil peran dalam kemajuan umat dan Islam.
“Selama ini yang kami lihat remaja masjid hanya sebatas membersihkan masjid atau pemegang kunci masjid. Maka daripada itu, kita harus menjadi aktor perubahan dalam kemajuan Islam,” tegasnya.
Donal berharap momentum Rakerwil dapat menghasilkan rumusan program kerja yang tidak hanya bersifat ceremonial, tetapi memiliki target, output dan dampak yang jelas bagi masyarakat.
Terlebih, Sulut memiliki sekitar 1.245 masjid yang menjadi ruang strategis untuk membangun dan mengembangkan potensi pemuda serta remaja masjid.
“1.245 jumlah masjid yang ada di Sulut, pemuda remajanya adalah tanggung jawab BKPRMI,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Sulut maupun pemerintah kabupaten dan kota, terhadap keberadaan serta program-program BKPRMI.
Menurutnya, dukungan tersebut harus menjadi energi bagi seluruh jajaran BKPRMI untuk semakin solid dan mampu menjalankan program secara konsisten.
“Kita harus solid, harus selalu berpegang tangan untuk program kerja kita. Jadi dalam perumusan jangan hanya seremonial, tetapi harus ada output dan inputnya,” ungkap Donal.
Ia bahkan mengingatkan agar BKPRMI tidak terjebak pada kegiatan yang hanya menghasilkan kesan pencitraan organisasi.
“Seperti yang saya pikirkan, BKPRMI hanya seremonial yang menimbulkan anggapan masyarakat BKPRMI hanya pencitraan. Tetapi kita harus berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Ketua Panitia Rakerwil, Burhanudin dalam sambutannya mengatakan, sebelum pelaksanaan Rakerwil, DPW BKPRMI Sulut juga telah menggelar Pra Rakerwil yang dilaksanakan di KPID Sulut.
Melalui Pra Rakerwil tersebut, sejumlah draft dan rumusan penting berhasil disiapkan sebagai bahan pembahasan dalam Rakerwil 2026.
Donal menyampaikan suksesnya seluruh rangkaian kegiatan tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim, baik Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC).
Ia berharap hasil Rakerwil nantinya mampu menjadi pijakan baru bagi BKPRMI Sulut dalam melakukan transformasi organisasi sekaligus mengubah cara pandang terhadap posisi pemuda dan remaja masjid.
“Harus ada perubahan paradigma pemuda remaja masjid. Kemajuan pemuda remaja masjid harus dimulai dari kota,” pungkasnya.
