BOLSEL – Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang program Keluarga Berencana (KB) semakin baik dikarenakan semakin gencarnya sosialisasi dan informasi yang diterima masyarakat. Disamping itu, para pejabat daerah dikabupaten/kota telah menyatakan kepeduliannya terhadap pentingnya program Kependudukan dan Keluarga Berencana dalam rangka peningkatan kualitas masyarakatnya.
Hal ini diungkapkan Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Hi. Herson Mayulu SIP yang diwakili Sekda Bolsel , Drs. Gunawan Lombu pada Rapat Kerja Daerah Bidang Kependudukan dan Program Keluarga Berencana yang dilaksanakan di aula Kantor Bupati Bolsel Kamis (28/04) yang dirangkaikan dengan Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39 dan BBGRM ke-8.
Menurutnya, keluarga perlu diberi perhatian khusus karena peran dan fungsi keluarga sebagai institusi utama yang membentuk kepribadian, pembentukan watak, dan penanaman nilai etika. Karena jika laju pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan melalui Program Keluarga Berencana akan melahirkan inflasi yang menakutkan dan semakin memperlebar kesenjangan ekonomi dan akibatnya mempengaruhi masa depan anak-anak dalam melanjutkan pendidikan yang disertai dengan krisis pangan dan masalah kepadatan penduduk .
Mengantisipasi kekurangan PLKB, sambil menunggu penambahan tenaga PLKB, para camat, lurah/sangadi diharapkan turut menjadi penyuluh KB dan semakin menggerakkan masyarakatnya untuk ber-KB. Karena PUS (Pasangan Usia Subur) berada di wilayah desa dan kecamatan.
Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, Dra Elisabeth Kuji dalam sambutannya, untuk lebih intens dalam penanganan masalah kependudukan dan Keluarga Berencana. Berbagai masalah yang timbul akhir-akhir ini diantaranya akses kesehatan, terbatasnya lapangan kerja, masih tingginya kematian ibu dan anak, hendaknya menjadi perhatian bagi seluruh lapisan masyarakat untuk semakin meningkatkan kualitas SDM-nya.
Pendewasaan Usia Perkawinan pun menjadi perhatian kita karena sesuai data 2010 menunjukkan bahwa rata-rata usia kawin pertama dari 21 tahun telah menjadi 19,8 tahun yang sangat mengkhawatirkan karena berdampak pada masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga dan berpengaruh terhadap naiknya Total Fertiliy Rate.
Kepala Kantor PP KB dan PA Kabupaten Bolsel, Dra. Suhartini Damo menyatakan optimis Program Kependudukan dan KB di Kabupaten Bolsel akan berhasil karena saat ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bolsel, dimana Bupati Bolsel pernah bergelut di Program KB dan tahun 2011 mendapat dukungan APBD sebesar Rp.202.980.975, serta Dana Alokasi Khusus dari BKKBN sebesar Rp. 888,7 jt yang meliputi Mobil Unit Penerangan KB, Obgyn Bed, Publik Adres, KIE Kit.
Pada kesempatan itu juga telah dilakukan penandatanganan MoU antara BKKBN Prov Sulut dan Kantor PP KB dan PA Kabupaten Bolsel dan telah diserahkan perlengkapan PLKB berupa rompi dan topi bagi PLKB. Hadir pada acara tersebut, Ketua TP. PKK Kabupaten Bolsel, Hj. Muslimah Mayulu-Mongilong, para kepala SKPD, para camat dan sangadi se- Bolsel. (irma)
