
Manado, BeritaManado.com – Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Tommy Sampelan, pada Senin (26/1/2026), menerima rombongan perwakilan guru dan terapis dari Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Amadeus.
Kedatangan mereka bertujuan untuk mengadukan nasib terkait tunggakan gaji yang tak kunjung dibayarkan oleh pihak yayasan.
Perwakilan guru, Lisa Handayani, menyebutkan bahwa meski hanya beberapa orang yang hadir, total ada sekitar 30 tenaga pendidik yang mengalami nasib serupa.
“Rekan-rekan lain berhalangan hadir hari ini, tapi total kami ada sekitar 30 orang yang belum menerima hak gaji dari Amadeus,” ujar Lisa.
Persoalan ini tidak hanya menimpa guru kelas, tetapi juga para terapis yang berperan vital dalam melatih fokus dan mendampingi siswa ABK selama proses belajar.
Keluhan para pendidik ini bukan sekadar soal keterlambatan.
Syalom, salah satu guru, mengungkapkan bahwa mereka sering mendapatkan perlakuan kasar saat mencoba menanyakan hak mereka.
“Pembayaran selalu terlambat. Saat ditanya, pemilik terkadang malah memaki-maki kami. Alasan yang diberikan tidak masuk akal, seperti mempertanyakan apa kontribusi kami sehingga berani meminta gaji. Padahal, kewajiban kami sudah dilaksanakan sepenuhnya,” tutur Syalom dengan nada kecewa.
Kondisi keuangan para guru pun kian memprihatinkan.
Risye, guru lainnya, mengaku sudah empat bulan tidak menerima gaji penuh.
“Saat saya bertanya lewat WhatsApp, pemilik hanya mentransfer Rp100 ribu. Ini kan sangat tidak manusiawi,” tambahnya.
Menurut para guru dan terapis ini, besaran gaji yang dituntut untuk dibayarkan bervariasi, antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Mendengar keluhan ini, Tommy yang juga menjabat Ketua KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Sulawesi Utara mengaku terkejut dan berjanji akan segera bertindak.
Dirinya mengapresiasi Federasi Serikat Pekerja Percetakan Penerbitan dan Media Informasi (FSP PPMI) Kota Manado yang sudah mengawal laporan tersebut.
“Langkah awal kami adalah mengecek legalitas sekolah ke Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja. Tentu pemiliknya akan kami panggil untuk klarifikasi,” tegas Tommy, Kamis (29/1/2026).
Pihaknya pun telah melakukan upaya mediasi dengan menghubungi pihak pengelola.
Sayangnya, kata dia, hingga kini pihak pengelola belum memberikan penjelasan resmi.
Sekolah ABK Amadeus diketahui dikelola oleh pasangan Fritz Sitompul dan Linny Mondigir.
