
(doc ist)
Manado, BeritaManado.com — Produk Hand Sanitizer (HS) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam pembuatannya menggunakan bahan dan komposisi sesuai standard WHO seperti yang diedarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FMIPA Unsrat, Dr Gerald H Tamuntuan SSi MSi, saat diwawancarai BeritaManado.com via Whatsapp, Senin (23/3/2020).
“HS yang dibuat telah dibawa ke BPOM untuk di uji, tetapi karena penggunaan hanya untuk kalangan sendiri dan bukan untuk diperjualbelikan maka pihak BPOM tidak dapat mengeluarkan semacam sertifikat,” kata Gerald Tamuntuan.
Lebih lanjut, Gerald Tamuntuan menuturkan BPOM menyatakan bahwa HS yang dibuat Unsrat melalui Fakultas MIPA telah sesuai standard bukan hanya BPOM tapi juga WHO karena telah menggunakan bahan, komposisi, dan prosedur yg dianjurkan oleh WHO sehingga kalau digunakan akan sangat bermanfaat dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 di Unsrat maupun di Sulawesi Utara (Sulut).
“Langkah Unsrat diapresiasi sebagai bentuk koordinasi dengan BPOM yang bertanggungjawab terhdp peredaran bahan tertentu yang digunakan masyarakat. Kedepan akan di buat HS lebih banyak lagi karena saat ini smntra dirakit alat penyulingan alkohol diatas 90 persen berbasis cap tikus dgn kapasitas produksi 100 Liter per hari, yang akan digunakan sebagai bahan dasar HS dan disinfektan untuk penanggulangan COVID-19,” ujar Tamuntuan.
Di sisi lain, Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA malalui Juru Bicara Rektor Unsrat, Max Rembang menambahkan komposisi pembuatan Hand Sanitizer oleh Unsrat melalui FMIPA sudah sesuai standard WHO yang diedarkan BPOM yakni 833 cc etanol 96 persen, 41.7 cc H2O2 3 persen, 14.5 cc gliserol tambahan aquades hingga HS mencapai 1000 cc.
“HS buatan Unsrat melalui FMIPA dijamin pasti aman digunakan,” singkat Max Rembang.
(Rei Rumlus)
