oleh: Andris Parengka, SPd (kepala perwakilan LPMI manado)
BM-“Satu hal telah kuminta kepada Tuhan ,itulah yang kuingini;diam di rumah Tuhan seumur hidupku,menyaksikan kemurahan tuhan dan menikmati baitNya” (mazmur 27:4)
Dunia yang makin penuh dengan daya tarik, lambat laun semakin menyeret banyak orang lupa akan prioritas hidupnya.Yang terabaikan, yang sekunder menjadi fokus. Yang mutlak makin tersingkir,yang relatif makin dominan. kemerosotan rohani tanpa terasa mengakibatkan kehancuran di bidang-bidang kehidupan lainnya.
Apa sebenarnya yang harus menjadi perhatian utama dan mendasar dari setiap orang? Hal ini dapat di telusuri melalui pertanyaan-pertanyaan penting:
1)Apa yang IA inginkan? pemazmur dengan jelas mengungkapkan keinginannya untuk berada dalam persekutuan dengan Tuhan seumur hidupnya. pemazmur mencari kehadiran Allah, hal itu paling berharga dalam hidupnya dan dia mendoakannya tanpa mengenal lelah. Barangkali hal inilah yang pernah di pikirkan Agustinus ketika ia berkata “Engkau telah menciptakanaku untuk dirimu sendiri. maka hatiku senantiasa gelisah tanpa mendapat perhentian di dalam Dikau”. Keinginan yang mulia dan agung ini telah membuatnya menjadi seorang kristen yang sungguh-sungguh. Sebab Orang Kristen tanpa keinginan Rohani, tentu saja aneh bukan?
2). Apa yang IA katakan? Kondisi Rohani seseorang sangat menentukan perkataannya. Apa yang diucapkannya meluap dari hatinya (Lukas 6:45). Ucapan kita harusnya selalu menyaksikan kebaikan Allah. bukan menceritakan kejelekan,kecuali memuji orang. Bukankah banyak persoalan terjadi hanya karena gosip atau fitnah? Kita lupa bahwa isu utama dalam hidup orang percaya adalah berita tentang Kristus. Kemanapun kita pergi hendaknya Kristus menjadi isu utama.(Kolose 1:28). Kemudian Apa yang Ia lakukan? Ia tidak sekedar menginginkan dan mengucapkan tetapi ia bertindak aktif membangun dan menikmati persekutuan pribadi dengan Tuhan. Yang nantinya berimplikasi bahwa ia terus melakukan apa yang terbaik, penuh pengorbanan, kalau itu memang prioritas hidupnya. apa prioritas saudara sekarang?
Semoga perenungan ini menjadi berkat bagi kita…melakukan apa yang menjadi prioritas kita dengan baik sehiungga Kristus di permuliakan.(*/gn)
