
Presiden Prabowo Subianto akan membawa konsep Prabowonomics ke panggung World Economic Forum Davos 2026. Momentum ini menandai kembalinya Indonesia ke forum ekonomi dunia setelah satu dekade absen.
BeritaManado.com — Forum ekonomi dunia di Davos, Swiss, akan menjadi panggung debut gagasan ekonomi baru Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato khusus dalam World Economic Forum (WEF) 2026 dengan mengusung tema yang kini menjadi perhatian, Prabowonomics.
Kehadiran Presiden Prabowo sekaligus menandai kembalinya pemimpin Indonesia ke forum ekonomi paling bergengsi tersebut setelah absen selama satu dekade.
Momentum ini dipandang sebagai sinyal kuat arah kebijakan ekonomi nasional di hadapan para pemimpin dunia dan investor global.
Istana Kepresidenan memberikan gambaran awal terkait substansi konsep yang akan dipaparkan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, Prabowonomics berpijak pada penguatan kedaulatan serta kemandirian ekonomi nasional.
“Mungkin kedaulatan atau kemandirian itu juga menjadi hal penting dari makna Prabowonomics itu,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Prasetyo menjelaskan, Prabowonomics merupakan tema besar yang memuat sejumlah pilar utama.
Salah satu fondasi terpenting adalah menjaga stabilitas nasional, yang dinilai sebagai prasyarat mutlak agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan cepat dan berkelanjutan.
Tanpa stabilitas, berbagai agenda strategis dinilai sulit diwujudkan.
Lebih jauh, konsep ini menekankan pentingnya kemandirian pada sektor-sektor strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama pangan dan energi.
Agenda yang selama ini digaungkan, seperti swasembada pangan dan energi, disebut akan menjadi napas utama dalam implementasi Prabowonomics.
Tujuannya adalah menekan ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dari dalam negeri.
“Termasuk misalnya berkenaan dengan kita kemandirian dalam hal pangan, dalam hal energi, yang selama ini kan istilahnya kita pergunakan adalah swasembada pangan maupun energi dan seterusnya,” kata dia sebagaimana dilansir Antara.
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis WEF, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada pukul 14.00 waktu setempat (CET) atau sekitar pukul 20.00 WIB.
Pidato tersebut dinantikan, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di tingkat global.
Dalam susunan acara, sesi Presiden Prabowo berada di antara pidato sejumlah pemimpin dunia, menandakan posisi strategis Indonesia dalam forum tersebut.
