
Manado, BeritaManado.com – Bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto menghadiri agenda bertajuk ‘Tiga Bacapres Bicara Gagasan’ yang digelar Mata Najwa di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Selasa (19/9/2023) malam.
Pada agenda tersebut, seperti dilansir dari Katadata.co.id jaringan BeritaManado.com, Prabowo menyampaikan gagasannya sebagai bakal calon presiden 2024, dan menjawab sejumlah isu yang ditanyakan padanya.
Najwa Shihab, selaku host pada acara tersebut membuka dengan meminta klarifikasi pada Menteri Pertahanan terkait beberapa rumor yang beredar.
Pada bagian awal Najwa mengkonfirmasi pada Pranowo rumor mengenai penamparan kepada seorang wakil menteri di rapat terbatas.
Kepada Najwa Prabowo memastikan bahwa kabar itu tidak benar.
“Saya juga kaget, jadi jelas itu tidak benar ya. Tidak pernah ada rapat seperti itu, saya juga jarang berhubungan dengan Wamen Pertanian, mungkin saya pernah ketemu sekali, sepintas,” kata Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo pun menyebut kerap diterpa rumor yang tak jelas asal-usulnya. Ia menyebut hal yang sama juga telah sering ia alami saat maju di kontestasi pilpres 2014 dan 2019.
“Saya enggak ngerti ya ini ulah-ulah macam apa,” katanya.
Kendati demikian, Prabowo mengaku santai menghadapi setiap rumor yang tak jelas muaranya tersebut. Ia menyebut mendapat wejangan dari para gurunya.
“Saya punya guru-guru yang mengatakan, ‘Prabowo kalau kau difitnah itu tandanya kau diperhitungkan’. Dan biasanya fitnah yang kejam akan balik ke yang fitnah. Saya enggak urus. Moga-moga yang melontarkan itu akan sadar,” kata Prabowo.
Coret Caleg Gerindra Mantan Napi
Saat ini, Prabowo merupakan satu-satunya kandidat bakal calon presiden yang juga merupakan seorang Ketua Umum partai politik. Saat Najwa bertanya mengenai bagaimana sikap Prabowol soal calon legislatif mantan narapidana korupsi, Menteri Pertahanan itu tegas menjawab.
Prabowo mengklaim, telah mencoret dua bakal calon legislatif dari Partai Gerindra yang merupakan mantan narapidana korupsi. Ia beralasan, lolosnya bacaleg eks napi korupsi tersebut lantaran kecolongan di tahap verifikasi yang diikuti oleh banyaknya calon.
“Dua calon itu sudah saya coret. Karena calon legislatif, saya kira beberapa belas ribu itu, kadang-kadang verifikasinya lolos,” kata Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo menyebut hukuman bagi koruptor di Indonesia telah sesuai namun perlu adanya realisasi yang lebih nyata sehingga pelaksanaannya pas. Ia pun mengaku menyadari bahwa terdapat desakan agar koruptor dihukum seberatnya, yakni hukuman mati.
Namun menurut Prabowo hukuman mati tak selalu berbanding lurus dengan tingkat terjadinya korupsi.
“Orang kalau nekat ya nekat saja. Di Tiongkok sudah ada hukuman mati, tapi masih ada korupsi yang besar-besaran di sana,” kata Prabowo.
Bela Zulkifli Hasan Bagi-bagi Uang
