Manado – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) bersama instansi terkait, menyatakan siap melaksanakan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1436 H.
Untuk mewujudkan pelaksanaan pengamanan berjalan dengan baik, Polda Sulut menggelar Rapat Koordinasi Bidang Operasional Dalam Rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1436 H, yang dilaksanakan di ruang Tribrata Mapolda Sulut.
Rakor ini diikuti oleh instansi terkait, diantaranya unsur TNI, Pemprov, Pemkot, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian/Perdagangan, Jasa Raharja, Dinas Pekerjaan Umum, Pertamina, PLN, BPBD bersama Polda Sulut dan jajarannya.
Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, dalam sambutannya menyatakan peringatan Hari Raya Idul Fitri merupakan agenda rutin tahunan yang identik dengan tradisi masyarakat yaitu mudik ke kampung halaman secara serentak baik dari manado ke daerah tujuan seperti Bolmong, lintasan ke Gorontalo maupun yang datang dari daerah lain ke Sulut.
Ekses dari tradisi tersebut, lanjut Kapolda, telah berimbas terhadap berbagai permasalahan terkait stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk di dalamnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Berbagai permasalahan sosial yang perlu diantisipasi, menurut Kapolda antara lain terganggunya pendistribusian bahan bakar minyak, kenaikan harga sembako, sweeping tempat hiburan, kasus teror terhadap petugas Polri dan masyarakat, tawuran antar kelompok pemuda/masyarakat, meningkatnya angka kriminalitas serta perayaan secara berlebihan dengan menyalakan petasan.
Sedangkan di bidang lalu lintas, diprediksi masih akan terjadi pergerakan pemudik secara masif yang dapat mengakibatkan terjadinya kemacetan dan kecelakaan dengan tingkat fatalitas yang tinggi.
Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya kemacetan, antara lain adanya pasar tumpah, kondisi badan jalan dan jembatan yang masih rusak, penyempitan jalan (bottle neck), tanjakan tinggi, turunan dan tikungan yang tajam, volume arus kendaraan yang tidak seimbang dengan infrastruktur yang tersedia, pertemuan arus lalu lintas dua arah serta kurang disiplinnya para pengguna jalan dalam berkendara.
Selain itu, perlu diwaspadai juga perubahan cuaca saat ini yang sedang memasuki masa pergantian musim dengan intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi.
Hal ini akan dapat menimbulkan kerusakan pada jalan yang akan dilewati para pemudik serta kemungkinan terjadinya bencana alam baik tanah longsor maupun banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Namun dari hasil diskusi bersama, masing-masing instansi terkait bersepakat untuk memaksimalkan tugasnya masing-masing untuk berupaya menjaga daerah Bumi Nyiur Melambai agar tetap aman dan nyaman baik sebelum, saat maupun sesudah Hari Raya Idul Fitri.
Dalam pelaksanaan Ops Ketupat Samrat 2015 nanti, Polda Sulut dan jajaran akan menugaskan ribuan personel, serta mendirikan pos-pos pelayanan di jalur mudik maupun tempat-tempat strategis lainnya. (ads)
