
Manado – Nah ini dia. Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado tahun 2014, mengalokasikan 1 miliar rupiah untuk PMI. Sayangnya, 60 persen anggaran digunakan untuk “jalan-jalan”.
Hal ini terkuak ketika pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) tahun 2014 antara Komisi D DPRD Manado bersama Dinas Kesehatan (Dinkes). Menariknya, sesuai usulan Dinkes, pengalokasian anggaran untuk PMI Manado sebesar 1 milar rupiah tersebut, terselip anggaran untuk perjalanan dinas mencapai Rp. 515.900.000.
Dengan perincian yakni Rp. 100.900.000 diperuntukan perjalanan dinas dalam daerah, Rp. 120.000.000 untuk perjalan dinas luar daerah dan Rp. 295.000.000 perjalanan dinas ke luas negeri.
Menanggapi angka yang dinilai tidak wajar itu, sekretaris Komisi D, Jhon Iroth menuding organisasi kemanusiaan (PMI, red) lebih memprioritaskan jalan-jalan ketimbang kegiatan dan program yang lebih positif.
Tidak ada penjelasan yang disampaikan maksud perjalanan dinas PMI. Yang seharusnya, lebih di utamakan program kemanusiaan, bukannya jalan-jalan. Sangat aneh jika anggaran kunjungan dinas lebih diutamakan dari pada program lainnya – Jhon Iroth, Sekertaris Komisi D DPRD Kota Manado.
Ditambahkannya, pengalokasian APBD untuk PMI dinilai kurang tepat, sesuai usulan program yang di ajukan. Karena, tidak ada pelaksanaan program yang berkenaan dengan fungsi PMI.
Seharusnya PMI menganggarkan pembelian kantung darah – Jhon Iroth
“Agar masyarakat digratiskan ketika mengambil darah di PMI. Dan ini yang terpenting. Bukannya menganggarkan program yang kurang jelas. Patut dipertanyakan juga, apakah fasilitas PMI tidak mendapatkan bantuan PMI pusat atau provinsi. Dan PMI Manado harus membeli sendiri. Pengalokasian APBD untuk PMI meskipun sudah diterima, tapi masih memiliki tanda tanya besar,” tungkas Iroth. (Leriando Kambey)
