Bisnis dan Ekonomi

PLN Pilihan Nomor Satu Pelanggan dalam Solusi Energi

“Percepatan digitalisasi pembangkit ini telah dimulai PLN sejak tahun lalu, sebagai upaya meningkatkan keandalan, efisiensi, dan daya saing pembangkit PLN Group,” ungkap Zulkifli.

Total kapasitas pembangkit yang tata kelolanya menuju digital adalah sekitar 30 Giga Watt (GW) atau 75 persen dari total kapasitas pembangkit PLN.

Langkah digitalisasi ini menjadi salah satu alasan PLN menjadi BUMN yang berhasil membukukan kenaikan laba bersih di tengah kondisi pandemi.

“Terobosan Digital Power Plant ini termasuk yang kami percepat prosesnya, mengingat unit-unit pembangkit listrik adalah infrastruktur utama perusahaan dalam menyediakan layanan kelistrikan bagi para pelanggan,” tambah Zulkifli.

Sementara, Direktur Bisnis Regional Sumatera-Kalimantan PLN Wiluyo Kurdwiharto mengatakan, seluruh percepatan digitalisasi pembangkit sudah terimplementasi dengan baik.

Digitalisasi sudah berjalan di 53 unit pembangkit PLN yang operasionalnya dijalankan anak perusahaan.

“Yaitu 29 unit oleh PT Indonesia Power (PT IP) dan 24 unit pembangkit oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) yang tersebar di segenap penjuru Nusantara mulai dari Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara,” terang Wiluyo Kurdwiharto.

Lanjutnya, jumlah pembangkit terdigitalisasi terus bertambah.

Digitalisasi di pembangkit lain tinggal melanjutkan sesuai timeline yang sudah ditetapkan.

“Karena prosesnya tinggal melanjutkan dan mempercepat, ini bisa dikatakan bahwa Program Terobosan Digital Power Plant sudah dapat dijalankan sebagai Bussiness as Usual (BAU),” tambah Wiluyo.

Digitalisasi pembangkit PLN dilakukan di seluruh lini mulai dari pemantauan, pengendalian, dan optimalisasi pembangkit.

Percepatan PLN dalam mendigitalkan tata kelola pembangkitnya di tengah pandemi ini bertujuan meningkatkan keandalan, efisiensi, dan daya saing pembangkit PLN melalui penggunaan platform digital.

Dari sisi keandalan sistem, terimplementasinya Program Terobosan Digital Power Plant ini meningkatkan faktor kesiapan (EAF) sekaligus menurunkan tingkat pemadaman (EFOR).

Selain itu, akan ada efisiensi generator dan konsumsi bahan bakarnya (NPHR).

Di samping mengefisienkan beban operasional perusahaan, peningkatan keandalan akan berpengaruh pada peningkatan kualitas layanan kelistrikan kepada para pelanggan PLN.

(***/srisurya)

PLN Pilihan Nomor Satu Pelanggan dalam Solusi Energi
Gambaran transformasi PLN

Sukses Percepat Digitalisasi Pembangkit, Ini Rahasia Transformasi PLN

Jakarta, BeritaManado.com — Kondisi pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih dari 1 tahun.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara