
Manado, BeritaManado.com — RSUP Prof Dr R D Kandou Manado terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui berbagai inovasi strategis.
Salah satu langkah besar yang tengah dipersiapkan adalah upaya memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sebagai bagian dari transformasi layanan farmasi rumah sakit.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Kandou, dr Yesheskiel Panjaitan SH MARS, dalam kegiatan kemanusiaan bertajuk “Donor Darah Sukarela” yang digagas Unit Pengelola Darah (UPD) RSUP Kandou.
Kegiatan ini digelar di Lobby Kantor Administrasi RSUP Kandou selama tiga hari mulai Senin, 16 Juni 2025, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada 14 Juni.
“Kita bersiap untuk CPOB, ini sudah digagas beberapa waktu lalu,” ungkap dr Yesheskiel.
Ia menambahkan, proses menuju sertifikasi CPOB dilakukan secara bertahap dan kini sudah menunjukkan kemajuan signifikan.
Salah satunya dapat dilihat dari penyesuaian infrastruktur yang mulai diselaraskan dengan standar yang ditetapkan.
“Perubahan itu sudah kita sesuaikan dengan standar CPOB. Kalau sudah CPOB, kita nanti bisa memproduksi plasma sendiri, khususnya Fraksionasi Plasma yang dulu pernah digagas Jusuf Kalla,” lanjutnya.
Fraksionasi plasma merupakan proses pemisahan dan pemurnian protein-protein penting dari plasma darah manusia, seperti albumin dan globulin, yang sangat dibutuhkan dalam penanganan berbagai kondisi medis, namun sangat mahal.
Dengan memenuhi standar CPOB, RSUP Kandou diharapkan mampu memproduksi produk turunan plasma darah (Plasma-derived Medicinal Products/PDMPs) secara mandiri sehingga bisa meningkatkan akses pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, kegiatan donor darah sukarela ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ketersediaan stok darah di rumah sakit.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Utara, kebutuhan darah di RSUP Kandou sangat tinggi, terutama untuk tindakan operasi dan penanganan pasien kritis.
Demikian juga dengan gagasan program CPOB, juga membutuhkan sumber bahan baku darah yang berasal dari pendonor sukarela yang telah terseleksi dan memenuhi syarat.
“Kami dengan tangan terbuka siap melayani siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini. Kita berharap lewat giat ini dapat membantu pasien yang membutuhkan darah di RSUP Kandou,” tutur dr Yesheskiel.
Lebih dari sekadar aksi kemanusiaan, donor darah juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan pendonor.
Oleh karena itu, kegiatan ini bukan hanya penting untuk penerima, tetapi juga merupakan bentuk investasi kesehatan bagi masyarakat yang terlibat.
(jenlywenur)
