Hukum dan Kriminalitas

Pengaruh Lem Ehabond, Pemuda Ini Hilangkan Nyawa Buruh Bangunan

endang korban penikaman di tkb

Manado – Akibat sering menghirup lem ehabond, RP alias Ucil (18), warga Kelurahan Mapanget Barat lingkungan VII Kecamatan Mapanget yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual kaset, diduga melakukan aksi penikaman terhadap warga pendatang bernama Endang (30), pekerja buruh bangunan asal Desa Karamahilir Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta.

Awalnya, korban bersama empat orang temannya sedang duduk untuk berteduh di seputaran taman kesatuan bangsa (TKB) sekitar pukul 21.00 wita Rabu (20/1/16) malam. Saat hujan mulai redah, korban bersama temannya hendak kembali ke tempat tinggalnya.

ADVERTISEMENT

Tak berselang lama, tiba-tiba korban yang berjalan paling belakang langsung berlari kedepan sambil tangan memegang punggung belakang sebelah kanan.

Melihat korban yang terjatuh dan bersimbah darah, temannya langsung kaget dan sempat melihat pelaku melarikan diri. Dibantu rekan-rekannya, korban langsung dilarikan ke RS Pancaran Kasih Manado. Sayangnya, nyawa Endang tidak berhasil diselamatkan.

Atas kejadian tersebut Tim Paniki Polresta Manado dan anggota Reskrim Polsek Wenang langsung bertindak cepat untuk mengamankan TKP, dan berhasil menangkap pelaku penikaman.

Menariknya, pelaku tidak hanya menghilangkan nyawa Endang, tapi saat melakukan pelarian pasca menikam Endang, pelaku juga melakukan hal yang sama terhadap Steven Robot (35), warga Kelurahan Wonasa saat berada di Calaca.

Namun, nasib Steven tidaklah sesial Endang. Akibat perbuatan pelaku, Steven mengalami luka robek di lengan kiri dan telah mendapatkan perawatan di RS Pancaran Kasih.

Kasubag Humas Polresta Manado, AKP Agus Marsidi membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku sudah diamankan di Polsek Wenang dan saat ini masih dalam proses penyidikan terkait motif penikaman,” ujar marsidi. (rafly)