Bisnis dan Ekonomi

Pengamat Sebut Seruan Boikot Grab Wajar Sebagai Respon Rasional

Pengamat Sebut Seruan Boikot Grab Wajar Sebagai Respon Rasional
Grab

Jakarta – Tagar #UsirGrab dan #UninstallGrab mulai ramai di bicarakan warganet sejak munculnya penolakan dari pendiri Big Blue Taxi Malaysia Shamsubahrain Ismail.

Tagar tersebut menggema karena perusahaan ride hailing pesaing Gojek itu memang didirikan di Malaysia dan dimiliki Anthony Tan, pria kaya yang juga berasal dari Malaysia.

Salah satu warganet @digebuk diakun twitter miliknya mengungkapkan kekesalannya karena tidak terima Indonesia disebut sebagai negara miskin.

“Sedih ya, dibilang negara miskin. Padahal buat Grab, Indonesia pasar paling besar loh. Giliran yang bagus2 semua diakui punya Malaysia #usirgrabdariIndonesia #UninstallGrab biar aja @gojekindonesia yg kuasai pasar ojol Indonesia,” cuitnya.

Akun @GuritnaPramana bahkan menilai bahwa pekerjaan menjadi driver ojol bukanlah pekerjaan yang patut dihina.

“Jadi driver itu bukan pekerjaan bodoh, tapi lebih mulia daripada mengerjakan sesuatu yang tidak halal. Ayo ramaikan hashtag #usirgrabdariIndonesia. Biarkan karya-karya anak bangsa aja yang beroperasi di Indonesia,” keluhnya.

Pengamat Ekonomi asal Medan, Gunawan Benyamin menyesali pernyataan pendiri Big Blue Taksi Shamsubahrain Ismail.

Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai melecehkan masyarakat Indonesia.

Gunawan mengatakan, perusahaan taksi tersebut tidak siap mendapatkan pesaing baru, yaitu Gojek.

Tidak seharusnya pendiri taksi Malaysia menilai pekerjaan menjadi mitra ojek online adalah pekerjaan hina.

“Sangat disesalkan ada pernyataan yang melecehkan masyarakat indonesia. Yang menurut hemat saya, pernyataan tersebut lebih cenderung karena taksi di Malaysia mendapatkan pesaing baru dari Gojek. Memang, pernyataan tersebut tidak hanya ditujukan pada Indonesia saja, yang disebutkan rakyatnya miskin. Ada beberapa negara lain yang juga disebutkan,” kata Gunawan.

Gunawan berkomentar, pemerintah seharusnya mengedepankan azas keadilan. Sebab, perusahaan ojek online Grab milik Malaysia diperbolehkan beroperasi di Indonesia.

“Dan bisnis Grab kan juga masuk ke ranah bisnis transportasi menggunakan sepeda motor. Pemerintah Malaysia seharusnya bersikap fair disitu dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Malaysia sudah tepat dengan mengizinkan Gojek untuk beroperasi disana,” sebutnya.

Disampaikan Gunawan, kehadiran Gojek di Malaysia justru akan menciptakan pekerjaan bagi semua pihak.

Gunawan memperhitungkan Gojek akan tetap menjadi pilihan pekerjaan di sana.

“Kehadiran ojek online atau Gojek di sana akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan transportasi yang cepat dan efisien serta terjangkau dibandingkan dengan naik taksi. Ya selama memberikan benefit bagi mitra ataupun konsumennya, tentu Gojek menjadi pilihan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Gunawan menyebutkan Gojek memiliki manfaat besar untuk Malaysia. Dia mencontohkan jika masyarakat Malaysia ingin mengirimkan barang kecil yang berada di pelosok rumah, tentu kehadiran Gojek akan sangat membantu.

Tag: Grab
BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara