
Manado, BeritaManado.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Manado menunjukkan komitmen luar biasa dalam memajukan dunia olahraga.
Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), berbagai agenda strategis telah disiapkan untuk memastikan roda pembinaan dan kompetisi olahraga di kota ini tetap berjalan kencang, bahkan dengan keterbatasan finansial.
Semangat “Gaspol” ini menjadi bukti nyata bahwa Manado tak akan berhenti mencetak bibit-bibit unggul dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga.
“Berbagai event besar menanti dari tingkat nasional hingga provinsi. Bulan Juli 2025, Manado akan menjadi tuan rumah bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing. Ini adalah kesempatan emas bagi Manado untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event tingkat nasional sekaligus memamerkan keindahan alam dan keramahan warganya,” jelas Kepala Dinas Dispora Drs Pontowuisang Kakauhe.
Event ini juga diharapkan dapat memicu minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga panjat tebing yang menantang dan membutuhkan ketangkasan fisik serta mental.
Tak hanya itu, Dispora Manado juga tengah mempersiapkan event nasional pacuan kuda yang akan dihelat di Balitka Mapanget.
“Pacuan kuda, sebagai salah satu olahraga tradisional yang memiliki daya tarik tersendiri, diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan dan penggemar olahraga dari berbagai daerah. Kehadiran event ini tentu akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” tambah pria yang banyak dipercaya pimpin organisasi di Sulut.
Puncak dari rangkaian kegiatan olahraga di tahun ini adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara yang akan berlangsung pada November mendatang.

Tidak hanya itu, pembinaan berjenjang dimulai dari liga pelajar adalah komitmen Pemkot Manado dalam memajukan olahraga.
Hal ini dibuktikan dengan akan bergulirnya Liga Pelajar Kota Manado yang dijadwalkan dimulai pada 30 Juni 2025.
“Liga ini menjadi wadah penting untuk menjaring dan mengembangkan talenta-talenta muda di Manado,” ucap Kakauhe.
Dalam Liga Pelajar ini, 10 cabang olahraga akan dipertandingkan, melibatkan pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Inisiatif ini sangat vital karena memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk berkompetisi, mengasah kemampuan, dan menumbuhkan semangat sportivitas sejak dini.
“Dengan adanya kompetisi rutin seperti ini, harapan Pak Gubernur bahwa kita bisa menjadi tuan rumah Pon setelah Pon NTB, harus di kawal dengan strategi pembinaan olahraga usia dini dan remaja,” kuncinya.
(Jhonli Kaletuang)
