Hasilnya memuaskan, tetapi saya belum melihat pemanfaatan yang berkelanjutan oleh masyarakat.
Padahal, pengeringan menggunakan energi geotermal berarti tidak perlu lagi ada penebangan pohon untuk kayu bakar, atau tidak perlu ada kekhawatiran produk tidak kering karena sinar matahari sedang tidak kuat. Industri kecil juga tidak perlu khawatir akan harga BBM yang kian melambung.
Memang energi panas dari uap tidak dapat dipindahkan terlalu jauh dari sumbernya, sehinga instalasi pengering harus berada di sekitar area sumur geotermal.
Pengunaan energi geotermal untuk mengolah hasil bumi akan menjadi branding yang dapat membantu revitalisasi perekonomian dalam upaya pemulihan hijau. Kini dunia menganut tren ekonomi hijau, di mana penggunaan energi-energi bersih terbarukan dalam mengolah komoditas menjadi lebih diminati oleh konsumen.
Kawangkoan pasti bisa mempelopori dengan “kacang geothermal” nya.
Penulis: Dr. Pri Utami
Pusat Penelitan Panas Bumi, Universitas Gadjah Mada.
