Masyarakat harus selalu memperhatikan empat informasi nilai gizi dalam label kemasan, yaitu jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi (lemak, lemak jenuh, protein, karbohidrat (termasuk gula)) dan persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) per sajian.
Anisyah, S.Si., Apt., MP., Direktur Standardisasi Pangan Olahan Badan POM RI mengatakan, idealnya, dalam sehari masyarakat dapat mengonsumsi gula tidak lebih dari 50 gram (setara 4 sendok makan), garam tidak lebih dari 5 gram (setara 1 sendok teh), dan lemak tidak lebih dari 67 gram (setara 5 sendok makan).
“Dengan selalu cermat membaca label kemasan dan menjadikannya sebagai kebiasaan, maka masyarakat akan lebih cerdas untuk memilah zat gizi apa yang harus dipenuhi dan yang harus dibatasi agar terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya obesitas,” ungkap Anisyah.
Susana, S.T.P., M.Sc., PD.Eng., Head of Strategic Marketing Nutrifood mengatakan, selama lebih dari 43 tahun, Nutrifood berkomitmen dalam mengedukasi dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat setiap saat, termasuk di masa pandemi.
“Sejak 2013, kami secara aktif berkolaborasi dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan RI dan Badan POM RI untuk mengedukasi tenaga kesehatan, komunitas, media, dan masyarakat melalui kampanye Cermati Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (#BatasiGGL) serta Baca Label Kemasan,” kata Susana.
Susana melanjutkan, pihaknya menyadari bahwa isu obesitas adalah isu serius dapat berdampak negatif bagi kesehatan, termasuk meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi, sehingga perlu adanya kerja sama seluruh pihak dalam mengatasi isu ini.
Selain bekerja sama dengan Kemenkes dan BPOM RI, Nutrifood juga melakukan berbagai program edukasi, baik secara online maupun offline bagi mitra-mitra kami lainnya seperti pemerintah, komunitas, media, sekolah, dan masyarakat umum akan pentingnya gaya hidup sehat serta membatasi asupan gula, garam, dan lemak.
“Kami juga mengadakan program #BeatObesity khusus bagi karyawan kami dengan status overweight dan obesitas serta yang memiliki sindrom metabolik, untuk menjalani program hidup sehat dan penurunan berat badan. Hal ini juga kami lakukan sejalan dengan misi kami yaitu ‘Inspiring a Nutritious Life’,” ucap Susana.
Marcellino Indrawan, The New L-Men of The Year 2021 sekaligus Health Influencer mengatakan, dirinya percaya bahwa menjalankan gaya hidup sehat sejak usia muda merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga, dan manfaatnya bahkan saya rasakan secara langsung saat ini.
“Saya berhasil menurunkan berat badan dari 89 kg pada awal 2021 menjadi 75 kg saat ini dan disertai dengan peningkatan massa otot. Yang saya lakukan adalah menjaga asupan nutrisi seimbang, membatasi asupan gula, garam, dan lemak, aktif berolahraga, dan beristirahat cukup. Dalam prosesnya, saya merasakan manfaat gaya hidup yang saya terapkan, mulai dari fisik terasa lebih fit, performa lebih optimal dan produktif dalam beraktivitas, dan hidup pun jadi lebih berkualitas,” ungkapnya.
Marcellino menambahkan, pengetahuan yang tepat dan disiplin diri merupakan kunci untuk membangun konsistensi gaya hidup sehat dan melawan risiko obesitas sejak muda.
Untuk itu, dirinya mendalami ilmu nutrisi dengan mengambil sertifikasi sport nutritionist yang diadakan oleh International Fitness Association serta menjadi Certified Crossfit Trainer dan secara rutin melatih kelas crossfit, untuk menularkan semangat gaya hidup sehat ke keluarga dan teman-teman serta membagikan tips hidup sehat kepada para followersnya di media sosial.
“Beberapa tahun lalu, saya juga mendirikan komunitas Bhumi Satoe, sebuah komunitas olahraga anak muda yang berlokasi di Yogyakarta, sebagai sebuah support system untuk membangun gaya hidup sehat. Sesuai dengan gerakan Fitness Inclusivity yang saya bangun, saya percaya bahwa hidup sehat adalah tanggung jawab setiap orang, dan apapun profesi dan latar belakangnya, setiap orang mampu menjalani pengalaman hidup sehatnya masing-masing untuk menjadi versi terbaik diri mereka,” pungkas Marcellino.
(***/srisurya)
