Kota Bitung

Nama Hanson Dicatut Peras Pejabat dan Pengusaha Bitung

BITUNG — Pejabat dan pengusaha Kota Bitung harus ekstra hati-hati jika tidak ingin menjadi korban penipuan dari oknum yang mengaku suruhan walikota Bitung Hanny Sondakh (Hanson). Pasalnya dalam beberapa hari ini sejumlah pejabat dan pengusaha mengaku dihubungi pelaku yang mengaku suruhan Hanson dengan memakai nama salah satu staf walikota yakni Richard Umboh.

“Pelaku menghubungi salah satu korban dan mengaku sebagai Richard Umboh, dan meminta saya menghubungi ke salah satu nomor yang katanya milik walikota Bitung,” kata salah satu pengusaha Kota Bitung yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut pengusaha ikan ini, pelaku kemudian menjanjikan akan memberikan pekerjaan berupa proyek tapi diwajibkan memberikan uang pelicin untuk mendapatkan proyek yang dijanjikan tersebut.

ADVERTISEMENT

“Awalnya saya percaya, tapi begitu melakukan pengecekan terhadap orang-orang terdekat walikota, baru saya tahu kalau oknum tersebut hanya ingin melakukan penipuan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Humas Pemkot Bitung, Erwin Kontu, langsung memberikan reaksi dan himbauan kepada para pejabat dan pengusaha Kota Bitung untuk berhati-hati. Karena menurut Kontu, walikota Bitung tidak pernah menjanjikan kepada siapapun untuk mendapatkan proyek dengan jaminan adanya uang pelicin.

“Bahkan, walikota tidak pernah meminta Richard Umboh untuk menghubungi seseorang terkait hal ini karena saya langsung mengkonfirmasi kabar tersebut ke beliau,” kata Kontu, Kamis (03/03) sore.

Lebih lanjut Kontu mengatakan, aksi pencatutan nama ini jelas telah menimbulkan keresahan di masyarakat, sehingga menghimbau agar warga Kota Bitung tidak langsung percaya jika menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai walikota Bitung, dan meminta masyarakat yang menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai walikota dan menjanjikan sesuatu segera laporkan ke aparat yang berwajib.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Polres Kota Bitung untuk mengusut para pelaku karena ini jelas merugikan dan meresahkan masyarakat,” katanya. (en)