Berita Utama

Menteri Tri Rismaharini Dukung Upaya Pemkot Manado Hadirkan Fasilitas Layak di Kompleks Rumah Relokasi

Menteri Tri Rismaharini Dukung Upaya Pemkot Manado Hadirkan Fasilitas Layak di Kompleks Rumah Relokasi
Mensos Tri Rismaharini didampingi Wali Kota Manado Andrei Angouw ketika meninjau kondisi masyarakat korban bencana alam di Manado, Selasa (31/1/2023). Salah satu yang ikut dibahas soal progres kompleks rumah relokasi di Kelurahan Pandu.

Manado, BeritaManado.com – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini melihat langsung kondisi masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (31/1/2023).

Kedatangan Menteri Tri Rismaharini, untuk mengecek kondisi masyarakat pascabencana banjir dan longsor yang terjadi, Jumat (27/1/2023) pekan lalu.

Menteri Tri Rismaharini didampingi Wali Kota Manado Andrei Angouw, ikut memantau fasilitas dapur umum yang memproduksi 4.200 paket makanan setiap hari untuk 1.400 masyarakat yang mengungsi, serta berdialog terkait keberadaan rumah relokasi di khusus untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Rumah relokasi tersebut dibangun di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken Kota Manado, dengan fasilitas sebanyak lebih dari 2.000 unit rumah.

“Saya ketemu pak wali kota (Andrei Angouw, red) saya tanya kenapa warga tidak mau pindah di Pandu? Ternyata, kualitas rumah jelek, infrastruktur jelek,” ujar Mensos.

Untuk mendukung proses relokasi ini, Kementerian Sosial RI akan membantu Pemkot Manado untuk melakukan perbaikan unit rumah sehingga menjadi layak tinggal dengan total anggaran senilai Rp2 miliar.

Angka tersebut sebelumnya ditata Pemkot Manado pada APBD 2023.

Sehingga dengan adanya bantuan Kementerian Sosial ini, maka uang yang diplot Pemkot Manado pada APBD 2023 akan dialihkan untuk membangun fasilitas lainnya di kompleks rumah relokasi, seperti infrastruktur jalan, lampu penerangan dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan.

“Pak wali bilang ada anggaran Rp2 miliar. Pokoknya kalau saya punya data nolnya (data mutlak yang sudah tidak dapat diubah, red) saya akan bantu perbaikan. Sehingga yang Rp2 miliar (yang ditata Pemkot Manado, red) bisa digunakan untuk infrastruktur lainnya. Makanya saya minta data nol, supaya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Mensos.

Bantuan Kemensos RI ini siap ditindaklanjuti Pemkot Manado dengan penyiapkan data yang dimintai Mensos Tri Rismaharini.

Wali Kota Manado Andrei Angouw mengatakan, kompleks rumah relokasi di Kelurahan Pandu merupakan salah satu solusi untuk meminimalisir dampak banjir.

Sebanyak 2000-an unit rumah disiapkan bagi masyarakat yang masih tinggal di bantaran sungai.

Sayangnya, hingga akhir 2022, baru 500 unit yang terisi.

“Pertama kita akan membuat yang di Pandu itu layak sehingga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai bisa pindah ke sana. Karena banjir ini kan sering terulang. Saya minta masyarakat jangan kembali lagi ke bantaran sungai,” ujar Andrei Angouw.

Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang siap membantu proses perbaikan di kompleks rumah relokasi.

“Ibu menteri akan bantu sehingga anggaran Rp2 miliar yang ditata Pemkot Manado itu bisa dibuat infrastruktur seperti jalan. Pemkot Manado juga sudah mensubsidi angkutan umum sehingga sudah ada damri yang melayani rute ke sana sehingga kami harap masyarakat bisa tinggal disana,” tambah Andrei.

Lantas, kapan batas akhir proses relokasi masyarakat, Wali Kota Andrei Angouw mengatakan masih akan dilakukan secara bertahap.

“Kita akan tegas pasti ya. tapi kami harus carikan solusi. Yang kita akan kebut yaitu yang di bantaran di Mahawu agar pindah ke Pandu. Kita juga akan perbaiki fasilitas yang ada di Pandu agar layak dan masyarakat yang tinggal di bantaran-bantaran sungai agar pindah ke sana,” tutup Andrei Angouw.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara