
Manado, BeritaManado.com — Pada peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia, tepatnya tahun 2020 lalu, putra daerah Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Christ Reinhard Pusung SIK dipercayakan menjadi Komandan Upacara (Danup) pada Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka.
Kabar tersebut pun viral di Manado, Sulawesi Utara hingga masyarakat antusias menyaksikan penampilan Christ Pusung lewat televisi.
Saat mendapat kepercayaan tersebut,
Kombes Pol Christ Reinhard Pusung SIK diketahui menjabat sebagai Kasatgas Densus 88 Aceh.
Kini, Christ sementara mengikuti pendidikan Sesko angkatan 48.
Kakak dari dosen IPDN Sulut yang juga influencer ternama Piet Hein Pusung ini dikenal sudah sering mengantongi banyak prestasi.
Lulusan Akpol 1997 ini sudah sering mewakili Indonesia di berbagai agenda internasional terutama yang berkaitan dengan kepolisian dan terorisme.
Dari sederet prestasi gemilang tersebut, ternyata Christ Pusung sempat memiliki keraguan jika dirinya bisa bertugas di istana.
Padahal, mimpi untuk itu sudah ada sejak zaman sekolah, di mana pada 29 tahun lalu, Christ Pusung dikukuhkan menjadi anggota Paskibraka Provinsi Sulawesi Utara dan bertugas menjadi pembentang bendera pada Upacara 17 Agustus 1992 di Stadion Klabat, Manado.
“Jadi mimpi untuk bisa bertugas saat HUT Kemerdekaan RI di istana negara sudah ada sejak dulu. Hanya saja, dulu kan berpikir ah rasanya tidak mungkin bisa ke sana,” ujar Christ Pusung, Selasa (17/8/2021).

Namun, Christ Pusung pun memilih untuk bersemangat dan berjuang mewujudkan mimpinya itu karena Christ yakin, tidak ada yang tidak mungkin.
Demi bisa mewujudkan mimpinya, Christ bekerja keras untuk bisa menjadi versi terbaik dari dirinya.
Selain mempersiapkan mental, Christ juga berjuang untuk menurunkan berat badannya hingga 20 Kg agar ideal untuk posisi tersebut.
Tidak sampai di situ saja, Christ bahkan mempersiapkan suaranya dengan berlatih vokal kepada salah satu pelatih kawanua Lucky Tampilang.
Diketahui, suara menggelegar yang tegas dan berkharisma merupakan salah satu ciri khas komandan upacara yang paling menarik perhatian.
Kerja keras Christ Pusung pun membuahkan hasil, dirinya menjadi komandan upacara penurunan bendera pada HUT Kemerdekaan ke-75 RI, tahun lalu.
Mimpi untuk bertugas di istana saat HUT Kemerdekaan RI pun berhasil diwujudkannya setelah 28 tahun.
Dari pengalaman tersebut, Christ Pusung belajar untuk harus berani bermimpi, tidak peduli sebesar apa pun mimpi atau cita-cita itu.
Pesan ini pun diharapkan Christ Pusung bisa sampai kepada generasi muda saat ini, terutama bagi yang masih ragu untuk punya mimpi atau cita-cita.
