Agama dan Pendidikan

Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme, Maya Rumantir: Perbedaan Adalah Karya Kebesaran Tuhan

Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme, Maya Rumantir: Perbedaan Adalah Karya Kebesaran Tuhan
Senator Maya Rumantir (tengah) bersama suami (kedua dari kanan) dan Habib Zein Asegaf (kedua dari kiri)

Jakarta, BeritaManado.com — Perayaan Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme yang  digelar di JKI Hananeel Sunter Jakarta Utara, Sabtu (8/1/2022) kemarin sukses digelar meriah.

Pada perayaan tersebut Senator RI Dr Maya Rumantir yang turut hadir mengungkapkan beberapa hal yang dapat menjadi inspirasi untuk terus membangun kebersamaan di tengah-tengah masyarakat yang memiliki beragam suku, agama dan golongan.

Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme, Maya Rumantir: Perbedaan Adalah Karya Kebesaran Tuhan
Perayaan. Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme

Perbedaan bukan sesuatu yang harus dijadikan alasan untuk membangun tembok pemisah diantara sesama anak bangsa.

Sebaliknya,, justeru perbedaan itu jika dirawat dengan baik, maka akan menghasilkan sebuah kekuatan yang disebut toleransi dan persaudaraan satu sama lain.

“Perbedaan bukan sekedar indah dirasakan, tapi juga adalah bukti kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan. Tuhan saru-satunya yang dapat menciptakan perbedaan itu. Jadi jika ada orang yang tidak menghargai perbedaan, itu artinya tidak mengakui kebesaran Tuhan.

Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme, Maya Rumantir: Perbedaan Adalah Karya Kebesaran Tuhan
Senator Maya Rumantir saat menyanyikan lagu Heal All The Nations

Pada kesempatan tersebut, Senator Maya Rumantir mendapatkan kesempatan membawakan kesaksian dalam bentuk pujian yang berjudul “Heal All The Nations” dan “Indonesia bersinar”.

“Lagu Heal All The Nation” intinya mau mengajak seluruh anak bangsa untuk terus mengambil bagian dalam upaya untuk memulihkan bangsa-bangsa termasuk Indonesia melalui doa-doa kita. Indonesia bahkan dunia internasional membutuhkan doa-doa kita bersama, tak terkecuali dalam momentum perayaan Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme,” ungkap Senator Maya Rumantir.

Selanjutnya, lagu melalui lagu Indonesia Bersinar, Senator Maya Rumantir mau mengajak semua komponen bangsa untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi bangsa Indonesia saat ini yang masih jajah oleh berbagai permasalahan, seperti korupsi, narkoba dan lain sebagainya.

Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme, Maya Rumantir: Perbedaan Adalah Karya Kebesaran Tuhan
Habib Zein Asegaf

Pada kesempatan istimewa tersebut juga, Ketua Habib Zein Asegaf dengan sangat berapi-api mengumandangkan pentingnya hidup dalam kebersamaan di tengah-tengah perbedaan suku agama dan golongan.

“Saya bebrhadap suatu saat nanti jika hari Natal tiba, maka Indonesia merayakan secara bersama-sama. Demikian juga saat Idul Fitri, maka semua anak bangsa juga turut merayakannya. Dmeikian juga dengan hari raya keagamaan lainnya. Jadi jelas bahwa, Natal, Iduls Fitri dan hari raya agala laonnya akan jadi perayaan bersama sebagai satu bangsa,” ungkap Habib Zein Asegaf yang memberikan apresiasi kepada Senator Maya Rumantir sebagai salahs atu pejuang pluralism Indonesia.

Natal Kebangsaan Masyarakat Cinta Pluralisme, Maya Rumantir: Perbedaan Adalah Karya Kebesaran Tuhan
Moeldoko saat membawakan Sambutan Natal mewakili Presiden dan Wakil Presiden RI

Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’aruf Amin memberikan sambutan yang juga bertemakan kebangsaan dan pluralisme.

Menurut Moeldoko, harus disyukuri berkat Tuhan yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan untuk mengawal bangsa Indonesia.

Tegas disampaikan dalam sambutan tersebut, bahwa sebagai satu bangsa, masyarakat jangan lagi soal agama dalam konteks yang sempit.

“Dalam konteks pluralisme, kebangsaan ataupun toleransi, ktia jangan lagi bicara bas abasi. Kita harus berani bicara yang sesungguhnya, bahwa bangsa ini didirikan dalam bingkai persatuan dan bukan satu agama saja. Jangan habiskan energi kita hanya untuk membicarakan hal-hal itu,” tegas Moeldoko

Ditambahkannya, bahwa satu hal yang diyakininya yaitu bahwa umat Kristiani punya modal yang kuat untuk turut membangun karakter bangsa yang baik untuk masa depan.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara